Rabu, 31 Januari, 2018 9:03 pm

10 Penggal Jalan di Batam Segera Dilebarkan, Ini Wilayahnya

RiauKepri.com, BATAM- Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemko) Batam adalah peningkatan kualitas pengembangan dan pembangunan infrastruktur di Kota Batam.

Setelah di tahun 2017 lalu Pemko Batam melakukan pembangunan infrastruktur tahap pertama di tujuh ruas jalan, pada tahun 2018 Pemko Batam di bawah komando H. M. Rudi dan Amsakar Achmad akan melanjutkan peningkatan pelebaran jalan di sepuluh titik.

Kesepuluh penggal jalan yang akan dilebarkan ini merupakan visi misi Rudi-Amsakar yang akan menyelesaikan pelebaran Batam bagian Timur sebelum tahun 2019 dan masuk ke wilayah Batam Barat, Sekupang dan Batu Aji yang ditargetkan sebelum selesai masa jabatan keduanya.

Kesepuluh penggal jalan tersebut adalah Simpang Masjid Raya – Simpang Kabil, Simpang KDA- Simpang RS Elisabeth, Patung Kuda – Simpang Bengkong Seken, Simpang Indo Mobil – Simpang Baloi Centre, Simpang Baloi Centre – Simpang Kampung Nelayan, Simpang Apartemen Harmoni – Simpang Polsek Lubuk Baja, Simpang Jam – Simpang BNI.

Pekerjaan pembangunan jalan ini dilakukan Pemko Batam bersama dengan Pemprov Kepri. Atas usulan Rudi, pada tahun 2018 Dinas PU Provinsi Kepri akan mengerjakan pembangunan jalan di Simpang Frengki – Simpang Kalista, Simpang Frengki – Simpang BNI dan Simpang BNI – Underpas.

Pembangunan tahap pertama telah dimulai meningkatkan infrastruktur di Batam Timur atau kawasan Nagoya – Jodoh, Lubuk Baja danBatam Center. Tujuh ruas jalan yang dilebarkan pada tahun 2017 yaitu Simpang Sungai Panas – Bundaran Madani, Sungai Panas – Simpang Jam, Simpang Baloi – Apartemen Harmoni, Tanah Longsor – Planet Hotel, Simpang Telkom – Under Pass, Simpang Telkom- Pizza Hut dan Indomobil – Simpang PolsekLubuk Baja.

Baca juga :  Awal April, Polda Kepri Mutasi Ratusan Perwira, Bintara dan PNS

“Pembangunan infrastruktur jalan ini sudah kita mulai sejak tahun 2016 lalu. Di Sembilan kecamatan mainlaind. Total panjang jalan yang sudah dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air itu sekitar 33.843 kilometer (Km),” ungkap Walikota Batam, HM. Rudi, kepada riaukepri.com, Rabu (31/01/2018).

Menurutnya, peningkatan infrastruktur ini dilakukan guna mendukung Kota Batam menjadi Kota Pariwisata. Bisa dilihat saat ini kondisi jalan di kawasan Nagoya ruas jalan sudah lebar dan jalan menjadi indah karena disejalankan dengan penataan pedestrian bagi pejalan kaki.

“Selain menunjang perekonomian warga Batam, pelebaran yang dilakukan bertujuan untuk mengurai kemacetan yang terjadi terutama di jam-jam sibuk. Batam sebagai salah satu kota sibuk harusnya bisa memiliki jalan yang bebas macet, agar bisa melancarkan seluruh aktifitas warganya melainkan juga arus barang,” ujarnya.

Dijelaskannya, jalan yang sudah lebar tersebut juga dilengkapi dengan nama-nama hingga lampu hias untuk memperindah jalan. Seperti yang terlihat di Kawasan Nagoya ada tulisan Sungai Jodoh, dan Lubuk Baja juga ada. Spot-spot seperti ini bisa menarik orang untuk berswafoto ketika mengunjungi Batam.

Baca juga :  39 Pemuda Natuna Ikuti Binlat Psikologi Calon Anggota Polri 2018

Belum lama ini Walikota Batam H. Muhammad Rudi meresmikan jembatan layang (Fly Over) Laluan Madani Simpang Jam. Fly over sepanjang 165 meter initermasuk fly over yang tercantik di Indonesia.

“Untuk mempercantik fly over, Pemko Batam meminta penambahan ornament Melayu dan taman. Kemudian pada tahun 2018 Pemko Batam telah menganggarkan pemasangan lampu di sepanjang Fly over sehingga menambah keindahan Fly over yang menjadi ikon Kota Batam itu dalam peningkatan infrastruktur ini menjadi awal dalam membangun sektor pariwisata kedepannya,” jelasnya.

Menurutnya pelebaran jalan tersebut bisa berjalan lancar berkat dukungan dari warga Batam, terutama mereka yang terdampak langsung pelebaran jalan tersebut. Namun demikian pasca pelebaran yang dilakukan pemerintah, masyarakat bisa menikmati fasilitas dari peningkatan infrastruktur tersebut.

“Tidak saja lebar, bahkan pemerintah berusaha memberikan ruang pendestrian untuk wisatawan berjalan kaki selama menghabiskan liburan mereka di Batam. Tidak hanya di pusat kota, pembagunan jalan dan drainase juga di sebar keseluruh kelurahan yang ada di Kota Batam melalui program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK),” bebernya.

Program ini dengan memberikan dana Rp1,1 miliar di setiap kelurahan yang dipergunakan untuk pembagunan infra struktur seperti jalan lingkungan, drainase lingkungan, batu miring dan balai serba guna dengan memberdayakan camat dan lurah di Kota Batam. (r/helmy)