Kamis, 24 Agustus, 2017 8:35 pm

101 Kades di Meranti dapat Pengawalan dan Pengamanan Gunakan Dana Desa

RiauKepri.com, MERANTI — Kejaksaan Negeri Kepupaluan Meranti bekerjasama dengan Pemkab Meranti menggelar sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) kepada Kepala Desa se Kepulauan Meranti di Aula Kantor Bupati, Kamis (24/8).

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Yulian Norwis mengungkapkan, dirinya menyambut baik atas terlaksananya kegiatan tersebut dalam rangka memberikan pemahaman kepada Kepala Desa terkait pengelolaan dana desa yang aman sesaui aturan yang berlaku. Sehingga keberhasilan pembangunan dan pemerintahan berjalan sesuai harapan.

 

“Dengan adanya Tim TP4D ini sangat membantu karena dapat mengawal dan mengamankan penggunaan dana Desa oleh Kades dan jika merasa ragu-ragu dapat berkonsultasi langsung,” papar Sekda.

 

Sekedar informasi TP4D memiliki tugas dan fungsi untuk mengawal mengamankan dan mendukung keberhasilan pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan preventif dan persuasif. TP4D juga memberikan penerangan hukum di lingkungan instansi pemerintah, BUMN, BUMD. Terkait materi tentang perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, perizinan, pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara.

 

Baca juga :  Masuk TV, Bupati Meranti Harap Pusat Beli Produksi Sagu

Dihadapan 101 Kades Se-Kepulauan Meranti Sekda menjelaskan tujuan pengawalan dan pengamanan oleh Tim TP4D salah satunya agar dana Desa yang dikelola dapat terserap dengan baik untuk membangun Desa dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

 

“Pengamanan dan pengawalan ini sangat penting agar Kades benar-benar percaya diri memanfaatkan dana Desa, mulai dari perencanaan sampai implementasi,” paparnya.

 

Sekda mengingatkan dalam penggunaan dana Desa harus dilaksanakan dengan transparan dan akuntable sesuai peruntuan dan aturan yang ada.

 

“Laksanakan kegiatan yang dirancang Kades dan masyarakat secara transparan dan akuntable, dengan pengawalan ini diharapkan Kades dapat tidur dengan tenang dan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ucap Sekda.

 

Selain transparan dan akuntable penggunaan dana Desa harus tertip dan disiplin sehingga pelaporan dapat dibuat dengan baik. “Saya harapkan perangkat Desa yang ditunjuk dapat melaksanakan kegiatan dan membuat pelaporan dengan baik,” harapnya.

 

Sementara itu Kajari Meranti, Suwarjana SH mengungkapkan, Tim TP4D akan berupaya mengawal dan mengamankan penggunaan dana Desa, dan selalu membuka diri pada Kades yang butuh pendampingan. Diingatkan Kajari jangan sampai sudah terjadi masalah baru minta pendampingan. Yang terpenting, menurutnya, penggunaan dana Desa harus sesuai peruntuan dan jangan sampai digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca juga :  Sekda Buka Penyuluhan Bahaya Narkoba Pelajar SMU, 4 Anak Buahnya?

 

“Saya ingatkan penggunaan dana Desa jangan sampai untuk kepentingan pribadi, Kajari tidak akan mencari cari kesalahan tapi jika menemukan akan ditindak tegas,” papar Kajari.

 

Pengawalan yang dilakukan menurut Kajari agar dalam penggunaan dana Desa oleh aparatur Desa tidak ada keragu-raguan lagi.

 

“Dengan pendampingan ini kami harap Kades tidak ragu ragu kagi dalam mengambil keputusan penggunaan dana Desa, sehingga dana yang ada dapat terserap maksimal, pembangunan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Kajari.

 

Yang tak kalah penting dengan berjalannya kegiatan di Desa akan memberikan multyplier efek pasa iklim investasi dan ekonomi masyarakat.

 

Dalam Kegiatan Sosialisasi TP4D itu juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Perwakilan Kades dan Kajari Meranti Suwarjana SH disaksikan Sekretaris Daerah Yukian Norwis, Kepala BPMPD Ikhwani dan jajaran Kejari Meranti.(RK/Hms)