Senin, 10 Juli, 2017 10:13 am

13 Marga Batak PKS Tapas Doakan Syamsuar Jadi Gubri

Syamsuar foto bersama tokoh Batak Riau dan Ustadz Maruli Hasibuan (paling kliri pakai jas)

RiauKepri.com, PEKANBARU — Doa dan harapan itu disampaikan secara tegas oleh Ketua Persatuan Keluarga Serumpun Tapanuli Selatan (PKS Tapas) Riau, Letkol Purn H Sutan Siregar SH MH.

“Kami keluarga besar PKS Tapas mendoakan semoga Bapak Syamsuar sehat selalu dan niat Bapak untuk maju dalam Pilgubri diterima Allah hingga tercapai,” katanya pada halal bi halal 13 marga Batak di Riau, Ahad (9/7/2017).
Dijelaskan Sutan, dalam persatuan mereka, terdapat 13 marga Batak dengan jumlah lebih dari 10 ribu kepala keluarga.
“Kita peduli dengan budaya dimana kita berada, termasuk pemimpin Riau ke depan,” ungkap H Sutan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Cempedak 1, Kecamatan Pekanbaru Kota, Riau ini merupakan agenda rutin sejak 40 tahun lalu. Bila Ramadan tiba, rumah milik (Alm) Efendi Pohan (Siahaan), mantan Ketua PKS Tapas tersebut, berkumpul 13 marga Batak menggelar tadarus setelah tarawih. Pun, tiap Jumat, kegiatan keagamaan seperti wirid yasin masih terus dipelihara PKS Tapas, bergantian tempat sesuai permintaan anggotanya.
Ketua Keluarga Besar Padang Bolak, Tapanuli Selatan, H Lindung Harahap, juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, karena sudah berkenan datang dalam halal bi halal yang sengaja mereka taja di rumah pendiri PKS Tabas. Di Riau kata H Lindung, sedikitnya ada 700 Kepala Keluarga yang tergabung dalam keluarga besar Padang Bolak. Artinya, ada ribuan besar keluarga Padang Bolak di Riau ini.
“Kami senantiasa mendoakan Pak Syamsuar agar sehat selalu, dan kami juga mendoakan agar Bapak sukses dalam Pilkada Riau nantinya. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dalam acara halal bi halal ini,” kata H Lindung dalam sambutannya.
Sementara Syamsuar menyebutkan, dia baru saja menerima gelar warga kehormatan Marga Nasution Riau. Sebelumnya, gelar yang sama juga diberikan Marga Tarigan di Siak. Penghargaan ini diberikan karena menjadi seorang pemimpin Syamsuar tidak membeda-bedakan suku dan agama.
Terbersit hati untuk maju sebagai calon Gubernur Riau, kata Syamsuar, karena aspirasi masyarakat yang mengingikan perubahan terhadap pemimpin karena berbagai pembangunan dalam mensejahterakan masyarakat yang lebih baik perlu dibenahi. Lihat saja, saat ini kondisi perekonomian di Riau terpuruk berada tiga dari bawah. Padahal, dalam tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi di Riau ini di atas rata-rata.
Kalau ingin Riau lebih baik, kata Syamsuar, harus dimulai dari penyelenggaraan pemerintahnya yang baik. Indikator penyelengaraan pemerintahan di Siak itu baik bisa merujuk pada laporan keuangan pemerintah daerah yang sejak 2011 silam mendapat penilaian WTP sebanyak enam kali dari BPKP Perwakilan Riau.
Indikator lainnya, laporan kinerja pemerintah daerah ke presiden melalui Mendagri. Membuahkan hasil yang meggembirakan, trendnya naik. Bahkan, nilai Kabupaten Siak di atas Provinsi Riau. Selain itu, dua kebijakan Pemkab Siak menjadi percontohan secara nasional.
“Alhamdulillah, banyak kebijakan kita menjadi contoh nasional dan ini akan kita teruskan, apa lagi nantinya menjadi Gubri. Karena itu, semuanya perlu dukungan dari masyarakat dari berbagai lapisan,” ucap Syamsuar.
Syamsuar juga menyinggung masalah Pekanbaru sebagai wajah Riau, sebagai marwah Riau, yang perlu banyak dibenah sehingga orang tidak lagi menyebutkan Pekanbaru Kota Berkuah.
“Kepedulian terhadap budaya dan agama harus dipertegas,” kata Syamsuar yang pernah menerima pin emas dari Kementerian Pendidikan dan Budaya lantaran peduli dengan pendidikan dan budaya sehingga menjadi contoh nasional.
Akhir dari kegiatan ini ditutup dengan tausiah oleh Ustad Maruli Hasibuan. Ustadz yang berhasil meraih juara 1 Da’i Indosiar ini tampil elegan dan bisa membaca audien. Dia banyak menggunakan bahasa Batak karena memang yang hadir sebagian besar mereka yang mengerti.(RK)
Baca juga :  Danrem Dialog dengan Syekh dari Libanon, Bicara Soal Islam Kini dan Selamanya