Selasa, 17 April, 2018 2:00 pm

131 Jamaah Riau Gagal Berangkat Umrah, Polisi Segel Kantor Abu Tours

RiauKepri.com, PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyegel kantor biro perjalanan haji dan umroh Abu Tours, di Pekanbaru, Riau. Polisi menerima 131 laporan jamaah yang gagal diberangkatkan ke tanah suci oleh biro tersebut.

“Sebanyak 13 saksi sudah kami periksa baik dari jamaah maupun Abu Tours,” kata Kepala Sub Direktorat II Rekskrimsus Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Jhon Ginting, Selasa, 17 Maret 2018.

Polisi memasang garis polisi di kantor megah tiga lantai, Jalan Harapan Raya, Pekanbaru. Selanjutnya Polda Riau masih menunggu koordinasi dari Polda Sulawesi Selatan untuk langkah hukum berikutnya termasuk penyitaan aset-aset yang berada di kantor itu.

Baca juga :  Dikelilingi Ribuan Mahasiswa Unilak, Tiga Oknum Pegawai Pemprov Riau Minta Maaf

“Kasus ini ditangani Polda Sulsel. Jadi kalau Polda Sulsel meminta bantuan kita untuk penggeledahan, kita geledah yang di dalam,” ucapnya.

Jhon menjelaskan hingga kini penyidik telah memeriksa sebanyak 13 saksi, terdiri dari korban dan pihak Abu Tours. Nantinya, seluruh berkas keterangan saksi juga akan dikirim ke Polda Sulses sebagai bagian dari penyidikan mereka.

Dari pemeriksaan saksi-saksi tersebut, diketahui sebanyak 131 jemaah Abu Tours dari Provinsi Riau yang gagal diberangkatkan ke tanah suci.

“Kita telusuri lagi ada korban lain atau aset-aset lainnya di Pekanbaru. Sejauh ini terdata 131 jemaah yang gagal berangkat,” tuturnya.

Kantor Abu Tours sendiri sudah tutup sejak Februari 2018 lalu. Jhon mengatakan jemaah terakhir yang diberangkatkan oleh Abu Tours pada Desember 2017 silam.

Baca juga :  Kisah Sukses Peternak Sapi, Mampu Biayai Pendidikan Anak Hingga Perguruan Tinggi

Dalam perkara ini, Polda Sulsel telah menetapkan pemilik Abu Tours berinisial HM sebagai tersangka karena tidak mampu memberangkatkan sekitar 86.720 orang jamaah umrah ke Arab Saudi.

tersangka HM dijerat dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Jo pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta pasal 45 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Adapun ancaman hukuman untuk tersangka yakni, terancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar. (RK9)