Menu

Mode Gelap
Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu Ramaikan Rangkaian HUT RI Ke-81, Belasan Superhero Muncul Mapolda Kepri Surat Siak ke Presiden Polsek Pinggir Ungkap Kasus Dugaan Sabu, Dua Pria Diamankan Polisi Selidiki Sumber Api Kebakaran Di Depan Stadion Mahmud Jalal Dugaan Kasus Asusila di SMP Tanjungpinang, Itong Ingatkan Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan Anak

Meranti

Hadir Di Meranti, Zahwani Pandra Arsyad : Meranti Rumah Kedua Bagi Saya

badge-check

Hadir Di Meranti, Zahwani Pandra Arsyad : Meranti Rumah Kedua Bagi Saya Perbesar

RiauKepri.com, MERANTI– Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, yang merupakan Kapolres pertama di Kepulauan Meranti sekaligus salah satu pencetus nama Cian Cui menegaskan kalau Kabupaten termuda di Riau ini merupakan rumah kedua bagi dirinya.

Dalam sesi Wawancara, Kamis (30/01/2025) siang, Kabid Humas Polda Kepri Kombespol Zahwani Pandra Arsyad SH Msi ini turut menyampaikan apresiasinya terhadap keberlanjutan festival ini. Ia mengenang bagaimana pada tahun 2014, berbagai tokoh masyarakat dan paguyuban sepakat mengangkat Festival Perang Air sebagai kearifan lokal yang merepresentasikan kebhinekaan.

“Saya bersyukur karena festival ini terus dilestarikan dan kini diresmikan oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga simbol persatuan antar suku, agama, dan ras di Kepulauan Meranti,” katanya.

Kedatangan Pandra kali ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, bertepatan dengan perayaan Imlek, dimana ia diundang secara khusus sebagai tamu kehormatan.

Tak heran, meski sudah lama tidak bertugas di Selatpanjang, Pandra masih sering diundang untuk hadir setiap kali Imlek. Baginya, Kepulauan Meranti bukan sekadar tempat bertugas, melainkan rumah kedua yang penuh kenangan.

Selama tiga tahun bertugas di Kepulauan Meranti, Pandra mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan daerah ini.

“Benar, waktu begitu cepat berlalu. Di mana pun saya bertugas, saya tetap ingat Meranti. Sudah lama saya meninggalkan kabupaten tercinta ini, tetapi kebahagiaan besar bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Meranti tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Pandra.

Selain menjadi wadah kebersamaan, Festival Perang Air juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kombes Pandra menekankan bahwa festival ini berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Saat saya menjabat sebagai Kapolres pertama di Meranti, salah satu perhatian saya adalah bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka melalui potensi wisata. Kita lihat hari ini, hotel, restoran, dan transportasi seperti becak mendapatkan berkah ekonomi dari wisatawan yang datang,” ujarnya.

Sapaan Akrabnya Pandra juga juga mengaitkan kemajuan ini dengan program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pemanfaatan sumber daya dan potensi daerah untuk kemakmuran masyarakat.

Dengan berlangsungnya Festival Perang Air selama enam hari, Kepulauan Meranti kembali membuktikan bahwa tradisi lokal dapat menjadi magnet wisata yang memperkuat ekonomi, sekaligus merawat keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

Festival ini menjadi daya tarik utama wisata, tidak hanya bagi masyarakat Riau, tetapi juga bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Setiap tahunnya, pengunjung dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, hingga Australia turut meramaikan festival yang berlangsung selama enam hari berturut-turut ini.

Keunikan perayaan Imlek di Selatpanjang membedakannya dari kota lain di Indonesia. Tradisi saling siram air yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB ini menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan. Jalur Perang Air meliputi Jalan Kartini, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tebingtinggi, dan Jalan Diponegoro, di mana masyarakat menunggu di tepi jalan dengan ember dan drum berisi air untuk menyiram peserta yang melintas.

Tidak hanya warga, peserta juga bersiap dengan pistol air, gayung, hingga ember untuk saling serang dalam suasana yang meriah. Becak motor dan sepeda motor menjadi kendaraan utama peserta, menambah keseruan festival ini. (AL).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polisi Selidiki Sumber Api Kebakaran Di Depan Stadion Mahmud Jalal

8 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Kebakaran Lahan di Jalan Pramuka, Api Berhasil Dipadamkan dalam Dua Jam

8 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau Tembus Pulau Rangsang, Hadirkan Negara di Teras NKRI

8 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Polsek Tebing Tinggi Cek Ketahanan Pangan P2B Pertanian Cabe Milik Warga

8 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Posal Selatpanjang Gelar Aksi Sosial di Kampung Nelayan Desa Insit

8 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Trending di Meranti