Menu

Mode Gelap
Ustadz Darmawansyah Putra : Hablum Minannas Harus Dibangun Sejak Usia Dini Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Batam, Motor Korban Mulai Dikembalikan ke Pemilik Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Ramadan di Siak, Puluhan Peserta Ramaikan Lomba 18 KUB Desa Gemuruh Dapat Bantuan Sembako Dari PT Timbak TBK Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Lurah Bersama RT RW Pasang Lampu Elektrik dan Pelite di Sepanjang Jalan

Pekanbaru

Kabupaten Meranti IPM Terendah dan Termiskin

badge-check


					Gubernur Riau Abdul Wahid. F: Ist Perbesar

Gubernur Riau Abdul Wahid. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Tercatat, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IMP) di Kabupaten Kepulauan Meranti terendah pada tahun 2024. Kabupaten terbungsu di Provinsi Riau ini juga tercatat sebagai daerah termiskin di Provinsi Riau.

Catatan IMP dan capaian tingkat kemiskinan ini dibeberkan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026, di Balai Serindit, Gedung Daerah, Jumat (02/05/2026). ”Indeks Pembangunan Manusia tertinggi tahun 2024 pada Kota Pekanbaru dan Kota Dumai sebesar 84,26 poin lebih baik dari capaian nasional sebesar 75,02 poin dan Provinsi Riau sebesar 75,67 poin,” ucap Gubri Wahid.

Sementara itu, sambung Gubri Wahid, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir memiliki indeks pembangunan manusia terendah tahun 2024, masing-masing sebesar 69,64 poin dan 70,07 poin. ”Kita perlu upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat didua kabupaten ini,” ajak politisi PKB itu.

Selanjutnya Gubri Wahid menyampaikan capaian tingkat kemiskinan Kota Dumai tahun 2024 sebesar 3,14 persen, ini lebih baik dari capaian nasional sebesar 8,57 persen dan Provinsi Riau sebesar 6,36 persen. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki capaian tingkat kemiskinan sebesar 23,15 persen pada tahun 2024.

”Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti ini dipengaruhi oleh kondisi geografis daerah kepulauan dan merupakan daerah afirmasi sehingga diperlukan upaya bersama untuk menurunkan tingkat kemiskinan melalui beberapa strategi, seperti pengurangan beban melalui bantuan sosial dan jaminan sosial, peningkatan pendapatan melalui program pemberdayaan sosial/masyarakat, dan pengurangan kantong kemiskinan melalui program rumah layak huni, sanitasi dan sebagainya,” ungkap Abdul Wahid. (RK1)

 

Editor : Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Emas

15 Maret 2026 - 06:16 WIB

Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis

14 Maret 2026 - 05:54 WIB

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas

12 Maret 2026 - 19:17 WIB

Trending di Pekanbaru