Menu

Mode Gelap
Pengedar dan Sabu 23 Paket Diciduk Polisi Rumah Jadi Sarang Narkoba, Polisi Amankan Sabu 3,35 Gram dan Ganja Satresnarkoba Polres Bengkalis Bekuk Pelajar dan Pemuda Penyalah Guna Narkoba di Kos Perdana BRK Syariah Inisiasi Praktik Manasik Haji, Perkuat Layanan Spiritual Nasabah Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan Bupati Siak Ajak FKPMR dan Legislator Riau Kompak Perjuangkan Keadilan Fiskal Daerah

Riau

Tragedi Pembunuhan Sadis Bos Sawit Kuansing di Tengah Kebun

badge-check


					Tersangka pembunuhan dan pencarian mayat korban. Perbesar

Tersangka pembunuhan dan pencarian mayat korban.

RiauKeprimcom, KUANSING- Hari itu, Suyono (67) hanya pamit sebentar kepada putrinya, Dwi Wahyuningsih. Ia hendak ke kebun sawit bersama dua anak buahnya, seperti biasa. Tak ada firasat buruk, tak ada perpisahan dramatis. Namun sejak 11 Mei 2025, Suyono tak pernah kembali dan tiga pekan kemudian, kebenaran mencuat dengan kejam, sang bos sawit dibunuh anak buahnya sendiri, lalu jasadnya dibuang ke Sungai Indragiri.

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung oleh tim gabungan dari Polri, TNI, dan BPBD, kisah ini menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tapi juga masyarakat sekitar yang mengenal korban sebagai sosok pekerja keras dan sederhana.

Dendam di Balik Pekerjaan

Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar mengungkap bahwa dua pelaku pembunuhan adalah pekerja kebun sawit milik korban. Mereka adalah Ari (26) dan Vris (24), yang telah lama bekerja bersama Suyono di pondok kebun.

“Motifnya karena sakit hati. Pelaku mengaku sering dimarahi saat bekerja,” jelas Fahrian.

Emosi memuncak berubah menjadi tragedi. Pada 10 Mei malam, keduanya sepakat menghabisi nyawa Suyono. Sebatang kayu menjadi senjata yang digunakan untuk memukul kepala korban dari belakang. Mayatnya lalu dimasukkan ke dalam karung pupuk dan dibuang ke sungai, seolah hidup manusia bisa dilenyapkan begitu saja.

Perburuan dan Pengakuan

Kecurigaan bermula dari Dwi, putri korban, yang menyusul ke kebun saat ayahnya tak bisa dihubungi. Saat menemukan pondok dalam keadaan kosong dan sejumlah barang hilang, ia langsung melapor ke polisi.

Penyelidikan cepat yang dilakukan Polsek Peranap dan Polres Inhu akhirnya mengarah pada Ari dan Vris. Ari sempat melarikan diri ke Pekanbaru, dan saat hendak ditangkap di sebuah loket travel, ia melawan. Polisi terpaksa menembak kakinya untuk melumpuhkan.

Pengakuan Ari membuka semuanya. Ia dan Vris tak hanya membunuh, tapi juga mencuri harta korban: dua motor, handphone, uang tunai, dan alat kebun. Salah satu motor dijual Rp6,5 juta, uangnya dibagi dua. Vris bahkan mengaku menerima bagian Rp2 juta.

Mencari yang Hilang

Namun hingga kini, tubuh Suyono belum ditemukan. Sungai Indragiri masih terus disisir mulai dari wilayah Kelurahan Baturijal Hilir hingga Desa Gumanti. Tim pencari harus menghadapi aliran sungai yang deras, cuaca tak menentu, dan harapan yang makin tipis.

“Meski begitu, kami tak akan menyerah. Jenazah korban harus ditemukan,” tegas Kapolsek Peranap, AKP Rafidin Lumban Gaol, yang memimpin langsung pencarian.

Luka yang Tertinggal

Kasus ini menguncang warga. Tak sedikit yang mengenal para pelaku, bahkan pernah melihat mereka tertawa bersama korban di kebun. Tragedi ini mengingatkan bahwa di balik ketenangan desa dan kehijauan kebun, bisa saja tersembunyi gejolak yang mematikan.

Ari dan Vris kini ditahan dan dijerat dengan pasal berlapis, terkait pembunuhan berencana hingga pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman berat menanti mereka, namun tidak akan pernah mengembalikan nyawa Suyono.

Bagi Dwi dan keluarganya, satu harapan tersisa, agar jasad sang ayah segera ditemukan dan bisa dimakamkan dengan layak. Di tengah kesunyian kebun yang dulu jadi ladang penghidupan, kini hanya doa dan kenangan yang tinggal. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan

12 April 2026 - 16:26 WIB

Bupati Siak Ajak FKPMR dan Legislator Riau Kompak Perjuangkan Keadilan Fiskal Daerah

12 April 2026 - 15:33 WIB

Daerah Dorong Skema Baru, Minta Bagian dari Hasil Penertiban Kawasan Hutan

12 April 2026 - 13:39 WIB

Terkilan

12 April 2026 - 08:17 WIB

Penyair dan Makna Puisi di Tengah Zaman Visual

12 April 2026 - 00:13 WIB

Trending di Minda