Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Nelayan, Polsek Kundur Dayung Sepeda ke Ungar, Sambil Serahkan Baju Pelampung dan Sembako Untuk Nelayan Teken PKS, Kolaborasi Pemkab Bintan dan Kejari Bintan Tangani Hukum Bidang DATUN BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah Penguatan Budaya “BerAKHLAK” Jadi Strategi Sekretariat DPRD Riau Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik 32 PMI Deportasi Tiba di Dumai, Pulang dengan Harap Baru Usai Lebaran Warga Minas Tutup Jalan Provinsi, Bupati Siak Lapor Gubernur Riau

Riau

Gubri Berniat Hidupkan Kembali Kampung Simpul Interaksi Budaya

badge-check


					Kampung Tionghua di Jalan Karet, Pekanbaru. Perbesar

Kampung Tionghua di Jalan Karet, Pekanbaru.

RiauKepri.com, PEKANBARU – Aroma dupa dan semangat kebersamaan memenuhi ruangan saat perayaan Dharmasanti Waisak 2569 BE berlangsung di Hotel Furaya, Sabtu malam (31/5/2025). Di tengah hangatnya suasana, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyampaikan satu komitmen penting, menghidupkan kembali kawasan Kampung Tionghoa di Jalan Karet, Pekanbaru.

Di hadapan komunitas Tionghoa dan tokoh-tokoh lintas agama yang hadir, Wahid menegaskan tekadnya untuk menjadikan kawasan yang juga dikenal sebagai Kampung Melayu Tionghoa itu sebagai destinasi wisata budaya yang ikonik. “Saya ingin membangun kembali Kampung Tionghoa yang ada di Jalan Karet. Hal ini sebagai perwujudan bahwa kita hidup berdampingan,” ucap Wahid disambut tepuk tangan.

Kawasan Jalan Karet sejatinya bukan nama asing dalam sejarah Pekanbaru. Sejak lama, ia dikenal sebagai simpul interaksi lintas budaya, tempat di mana perayaan Imlek, Waisak, hingga pertunjukan seni tradisional kerap digelar, mencerminkan semangat toleransi yang sudah mengakar.

Namun rencana revitalisasi kawasan ini bukan hal baru. Sejak 2009, ide pengembangan Kampung Melayu Tionghoa telah bergulir, namun selalu kandas di tengah jalan. Harapan besar kembali muncul di tahun ini, kala pemerintah provinsi memberi sinyal kuat untuk merealisasikan impian lama masyarakat Tionghoa Pekanbaru.

Wahid menilai, keberagaman budaya yang ada di Riau bukanlah tantangan, melainkan potensi besar. “Kami ingin menjaga warisan sejarah itu sekaligus menata kawasan tersebut lebih nyaman dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama menyukseskan program ini,” katanya.

Dalam pandangan Wahid, pembangunan kawasan ini bukan sekadar urusan tata ruang, melainkan bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang menyentuh aspek sosial, budaya, hingga ekonomi masyarakat. Dengan penataan yang baik, Kampung Tionghoa bisa menjadi magnet wisata baru di jantung kota, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Ke depan, kita akan terus melangkah bersama, membangun Riau unggul, berdaya saing, dan penuh keberkahan. Saya berharap keberagaman budaya di Riau menjadi kekuatan dalam mewujudkan Riau yang lebih maju,” tutup Wahid.

Kini, harapan barupun menyala di Jalan Karet. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan banyak cerita, semangat kolaborasi dan persatuan tampaknya kembali menemukan jalannya, menuju masa depan yang tak melupakan akar sejarahnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penguatan Budaya “BerAKHLAK” Jadi Strategi Sekretariat DPRD Riau Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

13 April 2026 - 13:18 WIB

Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

13 April 2026 - 10:47 WIB

Pererat Sinergi “Tali Berpilin Tiga”, Bupati Bengkalis Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal FKPMR

13 April 2026 - 08:03 WIB

Perdana BRK Syariah Inisiasi Praktik Manasik Haji, Perkuat Layanan Spiritual Nasabah

12 April 2026 - 18:56 WIB

Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan

12 April 2026 - 16:26 WIB

Trending di Riau