Di TENGAH semangat pagi Kota Batam yang terus bertumbuh sebagai salah satu kota strategis di Indonesia, terselip senyum-senyum kecil yang mulai bermekaran di berbagai sudut sekolah dasar dan menengah pertama. Mereka adalah anak-anak Batam, para penerus bangsa, yang sebentar lagi akan mengenakan seragam sekolah baru—bukan hasil pembelian orang tua, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan yang merata dan inklusif.
Pemerintah Kota Batam, di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, kembali menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Tahun ini, satu dari 15 program unggulan mereka kembali diluncurkan: pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa baru di seluruh SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Batam.
Sebanyak 105.670 stel seragam sekolah dan baju melayu akan segera dibagikan. Angka yang bukan hanya mencerminkan besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi juga besarnya tekad pemerintah kota untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan manusia.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap generasi penerus Kota Batam. Kami ingin memastikan setiap anak di Batam memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala oleh persoalan seragam,” ujar Amsakar dalam satu kesempatan.
Bagi sebagian anak, seragam bukan sekadar pakaian wajib sekolah. Ia adalah simbol identitas, rasa percaya diri, dan keberanian untuk bermimpi. Hal itu pula yang ingin ditekankan oleh Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra.
“Kami ingin anak-anak di Batam merasa diperhatikan sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Dengan seragam baru, kami berharap mereka semakin semangat belajar dan percaya diri dalam mencari ilmu dan meraih cita-cita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Distribusi seragam ini pun dirancang secara adil dan merata:
Untuk SD Negeri: 13.215 stel seragam sekolah dan 13.215 stel baju melayu
Untuk SD Swasta: 13.119 stel seragam sekolah dan 13.119 stel baju melayu
Untuk SMP Negeri: 14.539 stel seragam sekolah dan 14.539 stel baju melayu
Untuk SMP Swasta: 11.962 stel seragam sekolah dan 11.962 stel baju melayu
Di balik angka-angka tersebut, ada ribuan cerita keluarga yang merasa terbantu secara ekonomi, ada ribuan anak yang melangkah ke sekolah dengan lebih percaya diri. Program ini bukan hanya soal baju baru, melainkan tentang menyemai harapan dan memastikan bahwa tidak ada anak Batam yang tertinggal dalam mengejar masa depan.
Melalui langkah ini, Amsakar–Li Claudia bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan Batam—sebuah kota yang semakin ramah, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat regional, bahkan nasional.
Di jalan menuju kelas, di barisan upacara, di ruang perpustakaan, atau di lapangan bermain—seragam itu akan menjadi saksi bahwa mimpi anak-anak Batam terus tumbuh, dan bahwa mereka tak pernah sendiri dalam mengejarnya. (RK6)
Editor: Dana Asmara







