RiauKepri.com, PEKANBARU — Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan Islam ke level global. Kamis (10/7/2025), kampus yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru itu menghadirkan dua tokoh besar dunia pendidikan dalam kuliah umum bertema “Pengembangan Pendidikan Islam Modern.”
Acara ini menghadirkan Syekh Wissam Saad, MBA, PhD—Kepala Sekolah Salamah College Australia dan pakar pendidikan Islam global asal Lebanon yang telah mengelola lebih dari 100 sekolah di berbagai negara—serta Prof. Dr. H. Fasli Jalal, PhD, mantan Wakil Menteri Pendidikan RI sekaligus Rektor Universitas YARSI Jakarta.
Ratusan peserta antusias mengikuti sesi kuliah umum yang juga dihadiri Ketua Umum Yayasan Diniyyah Pekanbaru Dr. Hj. Hasnati, SH, MH, Rektor IAI Diniyyah Dr. Novi Yanti, MM, serta para dosen, kepala sekolah, dan tenaga pendidik dari berbagai unit pendidikan di bawah Yayasan Diniyyah.
Dalam pemaparannya, Syekh Wissam membagikan pengalaman membangun lembaga pendidikan Islam yang mampu beradaptasi di negara sekuler seperti Australia. Ia menekankan pentingnya mapping masalah pendidikan dan pemahaman konteks sosial, ekonomi, hingga budaya sebelum menyusun kurikulum yang relevan.
“Strategi pendidikan tak bisa disamaratakan. Kita harus tahu medan, memahami tantangan lokal, baru kemudian membangun solusi global,” tegas Wissam.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam pendidikan serta tantangan masa depan seperti kecerdasan buatan (AI), budaya privasi ekstrem, hingga isu LGBTQ yang memengaruhi pembentukan karakter generasi muda Muslim.
Sementara itu, Prof. Fasli Jalal memuji pendekatan Wissam dalam mengintegrasikan pendidikan umum dan agama. “Apa yang dilakukan Syekh Wissam bisa jadi model global. Anak-anak Muslim dididik tidak hanya untuk religius tapi juga akademis—hingga bisa masuk universitas top dunia,” katanya.
Ketua Yayasan Diniyyah, Dr. Hj. Hasnati, menyampaikan bahwa acara ini adalah bagian dari langkah transformasi lembaga menjelang usia ke-60 tahun pada 1 September 2025. Setelah sukses dengan pembangunan fisik, Yayasan kini fokus memperkuat kualitas SDM.
“Kami ingin lembaga pendidikan di bawah Diniyyah Pekanbaru tak hanya bertahan, tapi melesat. Kami sedang siapkan kerja sama strategis dengan Cambridge University tahun ini,” ungkap Hasnati.
Langkah ini menandai babak baru Diniyyah Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan Islam yang berpikir global tanpa kehilangan akar nilai-nilai lokal dan agama. (RK5)
Editor: Dana Asmara








