Menu

Mode Gelap
TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

Pekanbaru

Saat Meliput Bantu Padamkan Karhutla, Wartawan Kompas.com Cedera

badge-check


					Kondisi tangan Idon Tanjung, wartawan Kompas.com dalam kondisi pemulihan. F: Ist Perbesar

Kondisi tangan Idon Tanjung, wartawan Kompas.com dalam kondisi pemulihan. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Seorang wartawan Kompas.com yang tengah meliput kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, terpaksa menghentikan aktivitas peliputan karena mengalami cedera.

Wartawan tersebut, Idon Tanjung, mengalami cedera saat berusaha membantu mematahkan kayu untuk memadamkan api di lokasi Karhutla. Akibat kejadian itu, tangannya terkilir dan harus menjalani istirahat di rumah untuk pemulihan.

“Saat ini saya tidak bisa bekerja dan tidak dapat memantau langsung perkembangan Karhutla untuk laporan pemberitaan,” ujar Idon, kepada wartawan, Ahad (20/7/2025).

Ia pun mengimbau rekan-rekan jurnalis agar selalu berhati-hati saat meliput di lapangan, terutama di tengah kondisi bencana seperti Karhutla. Menurutnya, musibah bisa datang kapan saja dan sering kali tanpa tanda.

“Teman-teman wartawan harus lebih waspada. Musibah itu tidak pernah mengetuk pintu, bisa datang sewaktu-waktu,” ungkap Idon.

Selain itu, Idon juga menyampaikan pesan kepada para pemangku kebijakan agar lebih memperhatikan keselamatan tim yang turun langsung ke lokasi kebakaran, baik dari unsur media, relawan, maupun petugas pemadam. Ia menyarankan agar pemerintah memberikan insentif tambahan bagi tim yang bertugas di lapangan, mengingat risiko tinggi yang dihadapi.

“Musim kemarau seperti sekarang membuat api sangat mudah menjalar. Ditambah cuaca panas dan angin kencang, kondisi di lapangan menjadi sangat berbahaya,” ungkap suami Citra itu.

Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di beberapa wilayah di Riau sejak awal Juli, seiring dengan meningkatnya suhu dan menurunnya curah hujan. Tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat terus berupaya memadamkan titik-titik api yang muncul di sejumlah kabupaten. Hari ini Riau membara karena dikepung 586 titik panas. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Siak, Ternak Ayam dan Kucing Jadi Mangsa

9 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bentrok Berdarah di Rohul, Satu Tewas, Polisi Amankan 12 Orang

9 Februari 2026 - 13:47 WIB

Kenduri Wartawan

8 Februari 2026 - 11:13 WIB

LAMR Kecam Perburuan Gajah di Pelalawan, Serukan Warisi Alam untuk Anak Cucu

7 Februari 2026 - 07:53 WIB

Gading

7 Februari 2026 - 06:20 WIB

Trending di Minda