RiauKepri.com, PEKANBARU– Provinsi Riau ditunjuk sebagai tuan rumah Musyawarah V Sekretariat Bersama (Sekber) Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera, yang akan digelar pada 9–11 Agustus 2025. Penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam Silaturahmi Kerja Sekber LARM se-Sumatera di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tahun 2024 lalu.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Riau serta Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, yang jatuh setiap tanggal 9 Agustus. Momen tersebut diyakini akan memperkuat posisi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di kawasan Sumatera.
Ketua Panitia Musyawarah, Datuk Jonnaidi Dasa, menyampaikan bahwa panitia pelaksana telah menggelar rapat persiapan pada Rabu pagi (30/7/2025) di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponogoro, Pekanbaru.
“Musyawarah ini akan membahas AD/ART, program kerja, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat peran LARM sebagai wadah pelestarian dan pengembangan nilai-nilai adat Melayu,” ujar Jonnaidi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPH LAMR Provinsi Riau.
Sekber LARM menaungi 10 provinsi yang memiliki akar budaya Melayu, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Sesuai mekanisme yang berlaku, ketua LAM provinsi tempat sekretariat berkedudukan secara otomatis menjabat sebagai Ketua Sekber LARM selama tiga tahun masa khidmat.
Musyawarah kali ini akan menjadi kelanjutan dari Musyawarah IV yang sebelumnya dilaksanakan di Jambi pada tahun 2022. Dalam agenda pembukaan Musyawarah V, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.
Dengan menjadi tuan rumah, Riau tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pusat budaya Melayu, tetapi juga menjadi tempat pertemuan strategis dalam memperkuat sinergi lembaga adat di seluruh Sumatera demi menjaga kearifan lokal di tengah dinamika zaman. (RK1)







