Menu

Mode Gelap
Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan Dirlantas Polda Kepri Tinjau Pos Ops Ketupat Seligi di Karimun, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar BRK Syariah Gandeng Dharma Wanita Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Mentangor Alhamdulillah, Dibayar Tanpa Utang, THR ASN Siak 100% dan TPP Berasal Dari APBD Permudah Melintas Pemca Pujud dan Perusahan Aktif Perbaiki Jalan Lintas Yang Rusak Ing H Iskandarsyah Hadiri Pelantikan 2 Komisariat HMI Karimun

Pekanbaru

FKPMR: Tanpa DIR, Indonesia Kehilangan Induk Ayam Bertelur Emas

badge-check


					drh Chaidir Perbesar

drh Chaidir

RiauKepri.com, PEKANBARU– Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Drh Chaidir, menyampaikan peringatan bahwa jika status Daerah Istimewa Riau (DIR) tidak disetujui, Indonesia berisiko kehilangan potensi strategis yang ia sebut sebagai “induk ayam bertelur emas.”

Hal itu disampaikan dalam rapat terpumpun pembahasan naskah akademis DIR yang digelar Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Sabtu (2/8/2025), di Pekanbaru.

“Riau ini punya posisi strategis dan potensi luar biasa. Jika tidak diberi ruang melalui status daerah istimewa, sama saja Indonesia kehilangan induk ayam yang bertelur emas,” kata Chaidir.

Menurutnya, Riau memiliki nilai tawar tinggi secara budaya dan geopolitik. Sebagai pusat kebudayaan Melayu dunia, Riau memiliki koneksi kultural dengan berbagai negara, bahkan hingga ke Madagaskar. Selain itu, posisinya sebagai pintu gerbang Indonesia ke dunia internasional memperkuat urgensi pemberian status istimewa.

Chaidir mengingat kembali pengalamannya saat menjabat pimpinan DPRD Riau, ketika Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) datang dan berdiskusi tentang visi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu. Dia menyebut pembahasan itu saat itu sangat serius karena berkaitan dengan isu disintegrasi bangsa.

“Riau punya link keluar. Budaya Melayu di Riau ini tersebar ke berbagai negara. Jadi kalau Indonesia ingin memperkuat relasi budaya internasional, Riau harus dijadikan daerah istimewa,” ujarnya.

Rapat terpumpun ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan naskah akademis yang akan menjadi dasar pengajuan resmi status keistimewaan bagi Provinsi Riau, dengan menekankan aspek budaya, sejarah, dan posisi strategis Riau di kancah nasional dan internasional. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan

16 Maret 2026 - 22:00 WIB

BRK Syariah Gandeng Dharma Wanita Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Mentangor

16 Maret 2026 - 21:33 WIB

Hujan Emas

15 Maret 2026 - 06:16 WIB

Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis

14 Maret 2026 - 05:54 WIB

Trending di Pekanbaru