Menu

Mode Gelap
Gedung Baru Polsek Rangsang Barat Diresmikan, Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Terasi Ketapang Permai Dongkrak Perekonomian Masyarakat Pesisir Pagar Camp Rusak, Bocah Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan Satresnarkoba Polres Bengkalis Bongkar Jaringan Narkoba, Sita 8 Paket Besar Sabu dan Ekstasi Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 10 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Tanjungpinang, Batam hingga Natuna Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat

Riau

Alfitra: Rumpun Melayu jangan Sekadar Penjaga Budaya

badge-check

Diskusi panel musyawarah V LARM di Balai Adat LAMR. Perbesar

Diskusi panel musyawarah V LARM di Balai Adat LAMR.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Musyawarah Besar V Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) di Balai Adat LAMR, Sabtu pagi (9/8/2025), dimulai dengan buka lawang kemudian dilanjut dengan diskusi panel yang menghadirkan tiga pemateri.

Helat ini diharapkan tidak hanya menjadi forum konsolidasi adat, tetapi juga membuka wacana besar, bagaimana budaya Melayu masuk ke wilayah politik, ekonomi, dan pendidikan.

Dalam sesi diskusi panel yang berlangsung hangat dan penuh gagasan strategis, sejumlah pemateri menyampaikan pandangan tajam soal masa depan LARM dan posisi rumpun Melayu di tengah arus zaman.

Salah satu pemateri, Dr. Alfitra Salam, menegaskan bahwa LARM tidak boleh hanya terpaku pada aspek budaya semata. “LARM harus berani masuk ke wilayah politik. Lihat Malaysia, bagaimana partai UMNO lahir dari akar Melayu dan mampu memainkan peran politik nasional,” ungkap Alfitra.

Dia juga menyinggung soal pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, sudah saatnya rumpun Melayu tidak hanya menjadi objek politik, melainkan pelaku utama dalam sektor strategis nasional.

“Budaya jangan hanya jadi tontonan, tapi jadi kekuatan ekonomi. Bisa saja dibentuk badan usaha rumpun Melayu untuk mengelola tambang dan kekayaan alam lainnya,” ungkap Alfitra.

Alfitra sempat menyindir fenomena politisi yang hanya datang ke LAMR saat mencalonkan diri. “Itu hanya jadi simbolik, padahal harusnya dijadikan peristiwa budaya, politik, dan ekonomi yang konkret dalam upaya mensejahterakan masyarakat Melayu,” katanya.

Alfitra juga mendorong pembentukan Universitas Melayu Internasional di Provinsi Riau sebagai pusat peradaban dan regenerasi pemikiran Melayu modern, dan wacana ini sudah dia bicarakan dengan Ketum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Pemateri lainnya dari Malaysia, Prof. Dr. Datuk Zainal Abidin menyampaikan pandangan menarik terkait dinamika adat dan politik di negaranya.

“Kita hidup dikandung adat, mati dikandung tanah. Dalam politik Malaysia, ada sistem pembangkang yang menguntungkan masyarakat adat, karena bisa mengatur langkah-langkah ekonomi mereka,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Junaidi menyoroti posisi adat yang selama ini selalu kalah dalam tiga ranah utama, politik, ekonomi, dan pendidikan.

“Di Malaysia dan Brunei, Melayu itu ideologi negara. Tapi di Indonesia, tidak. Ideologi kita Panca Sila. Melayu adalah bagian dari Indonesia, dan ini demi kepentingan yang lebih besar,” ujar Junaidi.

Junaidi menjelaskan bahwa pendidikan di Riau pada saat ini muatan lokal sebagian besar sudah diajarkan di sekolah-sekolah agar generasi muda mengetahui tentang adat Melayu.

Diskusi panel dengan moderator Syaiful Anuar ini menjadi penanda bahwa Musyawarah V LARM tidak sekadar nostalgia budaya, tetapi juga membuka jalan bagi reposisi rumpun Melayu sebagai kekuatan politik, ekonomi, dan pendidikan di masa depan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pagar Camp Rusak, Bocah Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan

10 Juli 2026 - 11:36 WIB

Asisten II: Bupati Afni Perintahkan Seluruh BUMD Siak Diaudit!

9 Juli 2026 - 18:57 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Menghampiri Abdul Wahid, Ruang Sidang Berlanjut ke Pledoi

9 Juli 2026 - 13:20 WIB

Bersaing dengan Kampus se-Riau, Mahasiswa Unilak Sabet Tiga Gelar Juara Peksimida 2026

9 Juli 2026 - 10:20 WIB

Unilak Kukuhkan Prestasi, Rebut Juara Umum II di Liga Talenta Mahasiswa LLDIKTI XVII

8 Juli 2026 - 10:30 WIB

Trending di Pekanbaru