Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Riau

Kisah Veteran Riau, Tak Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Masih Berjuang

badge-check


					Para veteran Riau saat bertemu dengan Gubernur Riau Abdul Wahid. Perbesar

Para veteran Riau saat bertemu dengan Gubernur Riau Abdul Wahid.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Di balik baju coklat tua dan peci berwarna kuning, Letkol (Purn) M. Toyib menyimpan kenangan yang tak lekang oleh waktu. Jumat pagi (15/8/2025) itu, di Gedung Daerah Balai Serindit, dia datang dengan langkah perlahan dengan wajah tegab. Di usianya yang tak muda lagi, masih berdiri sebagai saksi hidup tentang bagaimana kemerdekaan diperjuangkan, bukan sekadar dirayakan.

Pekanbaru menyambut para pahlawan dengan hangat. Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah Abdul Wahid, menyerahkan sagu hati kepada 347 veteran dan janda veteran sebagai bentuk penghargaan menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia. Nilainya memang tak besar, sekitar Rp520 juta untuk seluruh penerima tapi maknanya dalam. “Kalau bukan karena mereka, mungkin kita hari ini belum bisa duduk tenang, berdiri bebas, dan bekerja tanpa rasa takut,” ujar Wahid.

Mata beberapa janda veteran tampak berkaca-kaca. Bukan karena jumlah uang yang diterima, melainkan karena mereka diingat. Banyak di antara mereka yang hidup dalam sunyi, setelah suaminya gugur dalam berbagai operasi militer, dari kemerdekaan, Trikora, Dwikora, hingga konflik masa Orde Baru. Hari itu, negara datang, meski hanya sebentar.

Gubernur Wahid tak sekadar menyerahkan bantuan. Ia mengajak semua yang hadir, terutama generasi muda, untuk tak buta sejarah. “Kalau kita lupa, kita kehilangan arah. Sejarah itu bukan cerita lampau, tapi fondasi dari semua yang kita bangun hari ini,” ungkap Wahid.

Gubri Wajid juga menyebutkan, kini musuh bangsa bukan lagi penjajah asing, melainkan kemiskinan dan kebodohan yang merampas masa depan anak negeri.

Toyib dan rekan-rekannya di Legiun Veteran Riau mengamini. Beliau menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. “Kami memang sudah tidak lagi membawa senjata, tapi kami masih berjuang. Di tengah masyarakat, di tengah keluarga, kami tetap menanamkan nilai juang,” ucapnya, mengutip tema Hari Veteran tahun ini: “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa.”

Di ujung acara. Di Negeri Lancang Kuning, hari itu, para pejuang kembali diingat. Tak untuk disanjung, tapi untuk dijadikan cermin bahwa kemerdekaan bukan pemberian, tapi warisan yang harus terus dijaga. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN

13 Januari 2026 - 17:24 WIB

Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah

13 Januari 2026 - 15:48 WIB

‎Rektor Unilak Jadi Pembina Upacara di SMK Pertanian Terpadu, Dorong Guru dan Siswa Lanjut Kuliah

12 Januari 2026 - 15:27 WIB

Bupati Siak: Jika Belum Bisa Melayani dengan Baik, Jangan Malu Minta Maaf

12 Januari 2026 - 14:53 WIB

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

12 Januari 2026 - 12:40 WIB

Trending di Pekanbaru