RiauKepri.com, PEKANBARU- Riau kembali mencatatkan capaian positif pada Triwulan II-2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Riau menyumbang 4,98 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi provinsi dengan PDRB terbesar kedua di luar Jawa, setelah Sumatera Utara.
Ekonomi Riau tumbuh 4,59 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp293,05 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa lainnya (9,37 persen), sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh 12,77 persen.
Bila migas dikeluarkan, pertumbuhan ekonomi Riau justru lebih tinggi, yakni 5,06 persen. Ini menunjukkan penguatan struktur ekonomi nonmigas yang kian signifikan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Dari sisi investasi, Riau mencatat realisasi sebesar Rp12,67 triliun dan menempati peringkat ke-11 nasional. Di Pulau Sumatera, Riau hanya kalah dari Sumatera Utara, menunjukkan daya tarik yang kuat bagi investor, terutama di sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi.
Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,47 persen mencerminkan peningkatan investasi riil. Kegiatan impor pupuk, pengadaan semen, dan proyek infrastruktur strategis mendongkrak aktivitas ekonomi secara fisik.
Sektor pertanian tumbuh 4,38 persen, didorong program Makan Bergizi Gratis dan pasokan pupuk yang lebih stabil. Sektor industri pengolahan naik 2,36 persen, ditopang hilirisasi kelapa sawit. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 4,55 persen, didukung proyek tol, pelabuhan, dan kawasan industri.
Meski demikian, tantangan masih ada. Konsumsi pemerintah turun 7,41 persen dan sektor pertambangan terkontraksi tipis. BPS menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, percepatan perizinan, dan dukungan infrastruktur untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang. (RK5)







