Menu

Mode Gelap
Ketika Sarkasme Kehilangan Daya Gigitnya Cuaca Kepri Ahad, 14 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Diguyur Hujan Ringan, Natuna dan Anambas Didominasi Berawan KONI Anambas Siapkan 15 Cabor untuk Berlaga dan Raih Prestasi di Porprov Kepri VI 2026. Bupati Aneng dan Warga Gotong Royong Bersihkan Kawasan Gunung Nyabung pada Jumat ASRI Wabup Raja Bayu Hadiri Launching Jum’at Siantan Berseri, Dorong Budaya Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih Dahlan Iskan Ungkap Bupati Siak Tagih Utang Pusat ke Presiden

Bisnis

Riau Jadi Pilar Ekonomi Nasional, Investasi Tembus Rp12,67 Triliun

badge-check


					Logo Provinsi Riau. Perbesar

Logo Provinsi Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Riau kembali mencatatkan capaian positif pada Triwulan II-2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Riau menyumbang 4,98 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi provinsi dengan PDRB terbesar kedua di luar Jawa, setelah Sumatera Utara.

Ekonomi Riau tumbuh 4,59 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp293,05 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa lainnya (9,37 persen), sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh 12,77 persen.

Bila migas dikeluarkan, pertumbuhan ekonomi Riau justru lebih tinggi, yakni 5,06 persen. Ini menunjukkan penguatan struktur ekonomi nonmigas yang kian signifikan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi investasi, Riau mencatat realisasi sebesar Rp12,67 triliun dan menempati peringkat ke-11 nasional. Di Pulau Sumatera, Riau hanya kalah dari Sumatera Utara, menunjukkan daya tarik yang kuat bagi investor, terutama di sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi.

Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,47 persen mencerminkan peningkatan investasi riil. Kegiatan impor pupuk, pengadaan semen, dan proyek infrastruktur strategis mendongkrak aktivitas ekonomi secara fisik.

Sektor pertanian tumbuh 4,38 persen, didorong program Makan Bergizi Gratis dan pasokan pupuk yang lebih stabil. Sektor industri pengolahan naik 2,36 persen, ditopang hilirisasi kelapa sawit. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 4,55 persen, didukung proyek tol, pelabuhan, dan kawasan industri.

Meski demikian, tantangan masih ada. Konsumsi pemerintah turun 7,41 persen dan sektor pertambangan terkontraksi tipis. BPS menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, percepatan perizinan, dan dukungan infrastruktur untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Sarkasme Kehilangan Daya Gigitnya

14 Juni 2026 - 06:23 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Siak Imbau Pelajar Shalat Berjemaah ke Masjid

12 Juni 2026 - 14:03 WIB

BRK Syariah Fasilitasi Penyaluran Dana PPKS untuk 16.021 Hektare Lahan Sawit di Riau

12 Juni 2026 - 09:08 WIB

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

Dirjen Imigrasi Ajak Jajaran Tinggalkan Praktik Lama dan Kembalikan Kepercayaan Publik

10 Juni 2026 - 14:24 WIB

Trending di Nasional