Menu

Mode Gelap
TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

Bisnis

Riau Jadi Pilar Ekonomi Nasional, Investasi Tembus Rp12,67 Triliun

badge-check


					Logo Provinsi Riau. Perbesar

Logo Provinsi Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Riau kembali mencatatkan capaian positif pada Triwulan II-2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Riau menyumbang 4,98 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi provinsi dengan PDRB terbesar kedua di luar Jawa, setelah Sumatera Utara.

Ekonomi Riau tumbuh 4,59 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp293,05 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa lainnya (9,37 persen), sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh 12,77 persen.

Bila migas dikeluarkan, pertumbuhan ekonomi Riau justru lebih tinggi, yakni 5,06 persen. Ini menunjukkan penguatan struktur ekonomi nonmigas yang kian signifikan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi investasi, Riau mencatat realisasi sebesar Rp12,67 triliun dan menempati peringkat ke-11 nasional. Di Pulau Sumatera, Riau hanya kalah dari Sumatera Utara, menunjukkan daya tarik yang kuat bagi investor, terutama di sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi.

Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,47 persen mencerminkan peningkatan investasi riil. Kegiatan impor pupuk, pengadaan semen, dan proyek infrastruktur strategis mendongkrak aktivitas ekonomi secara fisik.

Sektor pertanian tumbuh 4,38 persen, didorong program Makan Bergizi Gratis dan pasokan pupuk yang lebih stabil. Sektor industri pengolahan naik 2,36 persen, ditopang hilirisasi kelapa sawit. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 4,55 persen, didukung proyek tol, pelabuhan, dan kawasan industri.

Meski demikian, tantangan masih ada. Konsumsi pemerintah turun 7,41 persen dan sektor pertambangan terkontraksi tipis. BPS menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, percepatan perizinan, dan dukungan infrastruktur untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan

10 Februari 2026 - 14:26 WIB

Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri, Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci Sempena HPN 2026

10 Februari 2026 - 06:43 WIB

Bupati Siak Minta PT AIP Tanggungjawab, Terbukti Buang Limbah ke Sungai

9 Februari 2026 - 18:34 WIB

Kunjungan Kerja ke Kemenkes RI, Pemkab Meranti Upayakan Percepatan Peningkatan Sarpras Kesehatan Tahun 2026

9 Februari 2026 - 16:29 WIB

Di Bulan K3, PT BSP Pupuk Kekompakan Karyawan Lewat Fire Fighting Competition

9 Februari 2026 - 12:23 WIB

Trending di Riau