SULIT dipercaya. Tapi ini nyata. Adalah Rahidin bin Baginda Intan gelar Dato’ Empat Pertama Kampung Payah Jaras Tengah yang membuka Kampung Payah Jaras di Malaysia. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kerajaan Malaysia mengabadikan namanya sebagai nama jalan yakni Jalan Rahidin 47000 Sungai Buloh.
Lalu siapakah Rahidin?
Rahidin berasal dari Kenegerian Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Riau. Dia merantau ke Malaysia mengikuti pamannya seorang saudagar kaya: Raja Baginda Tihu. Di daerah Payah Jaras, dia membuka hutan sebagai tempat tinggal. Kini Payah Jaras makin maju. Dan di kota ini kini banyak orang asal Kuantan Singingi bermukim.
Semasa hidup Rahidin mengembangkan silat Pendekar Bertuah di Malaysia. Dan atas sokongannya, silat Pendekar Bertuah diakui Kerajaan Malaysia. Silat ini punya sosoran yang disebut laman atau halaman di Segambut Dalam, Batang Kali, Payah Jaras, Sungai Buloh, dan lainnya.
Rahidin meninggalkan pada 1967 di makamkan di Payah Jaras. Makamnya satu komplek dengan Yahatim Pendekar Bertuah pertama yang meninggal di Malaysia. Kedua makam itu sering diziarahi guru silat di Malaysia maupun dari Sentajo yang berpergian ke Malaysia.
Jejak Rahidin sebagai guru silat diikuti Bukhari bergelar Pendekar Rantau. Bukhari yang juga guru tua silat Pendekar Bertuah pada 2011 mengundang Pendekar Bertuah Al-Mizan bin Mohd. Zen “melambuak” guru silat ke Malaysia.
“Malambuak” merupakan istilah dalam pelantikan guru silat di Sentajo. Yang “melambuak” adalah Pandekar Bertuah. Dalam filosofi silat di Sentajo disebutkan “Tuah pulang ke suku Patopang, pendekar pulang kepada yang pandai.
Guru silat Malaysia yang diresmikan itu adalah Sabiruddin bergelar Pendekar Kuning yang sebelumnya sudah dilambuak di Sentajo. Yang lain adalah: Alwie Sharif (Pendekar Lomah), Harun Rashid (Pendekar Tonang), Zainal Abidin Bin Dapit (Pendekar Putiah), Khairuddin Tuaman (Pendekar Sakti), Rizal Zulkarnain (Pendekar Sultan), Ruzaidi Abdul Rahman (Pendekar Alam), dan Muhammad Rozali Bin Khalid (Pendekar Rajo).
Acara peresmian guru silat di Malaysia itu dihadiri langsung oleh Datuk K dan istrinya Siti Nurhaliza, Dato Seri Wira Ayub (Ketua Polis Penang), Dato Tun Hisan (Ketua Polis Selangor), dan Dato Hj. Zainal Sakom (Orang Besar Selangor). Termasuk Al-Mizan Bin Mohd Zen (Pandekar Bertuah), Junaidi/Unan (Pendekar Balang), Gunawan dan Sukarman.
Silat Pendekar Bertuah ini didukung oleh Datuk Khalid. Datuk K – sapaan akrab suami Dato’ Siti Nurhaliza itu merupakan mitra dagang sekaligus anak angkat Bukhari.
Banyak orang Kuantan Singingi menjadi orang hebat di Malaysia. Dari Sentajo di antaranya ada Ibrahim Yac’ub yang semasa hidupnya pernah jadi anggota parlemen dari Partai United Malays National Organisation (UMNO).
UMNO adalah organisasi bangsa Melayu bersatu yang berbilang tahun menguasai parlemen Malaysia.
Kemudian ada Prof. Dr. Nadia Amin yang merupakan anak dari M. Amin Oesman dari Sentajo asal Suku Patopang. M. Amin punya lima orang adik kandung yakni Siti Saura, Palia, M. Dini, Jamaluddin, dan Firdaus.
Cucu dari M. Amin atau anak dari Nadia Amin merupakan produser dari Film Kartun “Upin dan Ipin” yang sangat terkenal tersebut. Film ini tak hanya diputar di Malaysia, juga di negara lain.
Apakah anda pernah nonton film kartun Upin dan Ipin? Rasanya mustahil jika tidak pernah nonton film yang hingga kini masih diputar di televisi itu. *)
Penulis Sahabat Jang Itam







