Menu

Mode Gelap
Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026 Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan HPN 2026 di Jemaja Berlangsung Meriah, Bupati Aneng Apresiasi Peran Strategis Insan Pers Ribuan Warga Pulau Jemaja Padati Lapangan Bola Kelurahan Letung, Meriahkan Jalan Santai HPN 2026, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Nasional

Yang Mendayung Berkah di Tengah Panas Festival Pacu Jalur 2025

badge-check


					Pedagang dadakan di event Pacu Jalur di tepian narosa 2025. Perbesar

Pedagang dadakan di event Pacu Jalur di tepian narosa 2025.

RiauKepri.com, KUANSING- Di bawah terik matahari yang menyengat di Tepian Narosa, Kuantan Singingi (Kuansing), ratusan pedagang dadakan berjajar rapi di sekitar pinggir arena Festival Pacu Jalur. Meski panas mencubit kulit, semangat mereka tak surut. Berbekal topi dan tenda sederhana serta kulkas portabel, mereka menjajakan minuman dingin, gorengan, hingga camilan kekinian kepada ribuan penonton.

Mayoritas pedagang ini bukan warga Kuansing, melainkan datang dari kota-kota tetangga, terutama Pekanbaru. Salah satunya Lilik Asriani (54), yang datang bersama dua adiknya. Ia baru pertama kali berjualan di Pacu Jalur, menawarkan minuman dan sosis goreng dengan harga terjangkau. “Hari pertama dapat Rp600 ribu, hari kedua Rp1 juta, hari ketiga sekitar Rp500 ribu. Tahun depan pasti saya datang lagi,” katanya.

Pedagang lainnya, Eka Joni (39), juga berasal dari Pekanbaru. Ia menjual susu dingin merek Stiky Milk dengan harga Rp8.000 hingga Rp12.000 per porsi. Tantangannya, kata Eka, adalah mencari es batu yang harganya melonjak drastis selama festival. “Biasanya Rp1.000, sekarang sampai Rp2.500. Tapi tetap untung,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Rinal, warga Kuansing yang kini tinggal di Pekanbaru, masyarakat lokal lebih banyak berperan sebagai penonton dan tuan rumah selama perhelatan Pacu Jalur. “Warga sini fokus menikmati pacu. Tabungan mereka dibuka untuk nonton, bukan untuk dagang,” jelasnya.

Pacu Jalur bukan hanya perayaan budaya, tapi juga mesin penggerak ekonomi. Gubernur Riau Abdul Wahid memperkirakan perputaran uang selama festival mencapai lebih dari Rp75 miliar, dengan target kunjungan 1,5 juta orang. “Jika satu orang saja belanja Rp50 ribu, dampaknya luar biasa bagi UMKM dan pelaku usaha kecil,” katanya.

Efek domino festival ini juga dirasakan Kota Pekanbaru sebagai gerbang utama menuju Kuansing. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebutkan peningkatan pengunjung berdampak langsung pada okupansi hotel, restoran, transportasi, dan usaha lokal lainnya. “Pekanbaru ikut mendapat berkah dari Pacu Jalur,” ungkap Agung.

Dengan gelombang wisatawan yang terus meningkat, Pacu Jalur tak lagi sekadar pesta rakyat. Ia menjelma menjadi ruang usaha terbuka bagi siapa pun yang jeli membaca peluang. Dari gerobak minuman hingga tenda makan sederhana, semua kebagian rezeki.

Selama lima hari pelaksanaan (20–24 Agustus), ribuan transaksi kecil membentuk denyut ekonomi yang kuat. Para pedagang, baik lokal maupun pendatang, ikut menumpang harap pada arus pengunjung yang tak henti datang.

Di ujung setiap kayuhan jalur yang berlomba, ada senyum pedagang yang membawa pulang berkah. Pacu Jalur bukan hanya tentang siapa tercepat, tapi juga siapa yang paling cerdas menangkap peluang. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan

10 Februari 2026 - 14:26 WIB

Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri, Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci Sempena HPN 2026

10 Februari 2026 - 06:43 WIB

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Siak, Ternak Ayam dan Kucing Jadi Mangsa

9 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bupati Siak Minta PT AIP Tanggungjawab, Terbukti Buang Limbah ke Sungai

9 Februari 2026 - 18:34 WIB

Kunjungan Kerja ke Kemenkes RI, Pemkab Meranti Upayakan Percepatan Peningkatan Sarpras Kesehatan Tahun 2026

9 Februari 2026 - 16:29 WIB

Trending di Meranti