Menu

Mode Gelap
Gerakan Pramuka Gugus Depan Ambalan Raja Ali Haji dan Engku Hamidah Pangkalan SMAN 1 Ungar Berbagi Takjil Senyum Anak Yatim Warnai Belanja Lebaran Bersama Bupati Afni di Kandis Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR Upah 4 Bulan Belum Dibayar, Eks Petugas Kebersihan Desa Rewak Datangi Kantor Desa Minta Kejelasan Pimpinan DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Kecelakaan Tugboat di Perairan PT ASL Bupati Bengkalis Ucapkan Selamat Ultah kepada Dandim 0303, Doakan Kelak jadi Prajurit Menyandang Bintang

Internasional

Final Pacu Jalur Disapa Mendung, Gerimis Mengundang Hujan di Malam Hari

badge-check


					Salah seorang bocah Togak Luan menangis setelah jalurnya kalah dan tak masuk final. (Net). Perbesar

Salah seorang bocah Togak Luan menangis setelah jalurnya kalah dan tak masuk final. (Net).

RiauKepri.com, PEKANBARU- Langit mendung menyambut penutupan Festival Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Ahad (24/8/2023). Cuaca teduh menyambut sore, gerimis mengundang hujan di malam hari di lokasi helat budaya terbesar di Riau dan mendunia itu.

Kegiatan Pacu Jalur tahun ini dibayangi kondisi cuaca tak menentu. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, hujan ringan telah turun di sejumlah wilayah Riau, termasuk Kuansing, pada sore hingga malam hari.

Forecaster On Duty BMKG, Elisa JS Kedang, melaporkan per pukul 23.00 WIB bahwa selain Kuansing, hujan lokal juga berpotensi terjadi di wilayah Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Dumai.

Elisa juga menyampaikan peringatan dini akan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada pagi dan malam hari di wilayah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Siak, Rokan Hilir, dan Indragiri Hulu.

Suhu udara di Riau hari ini berada di kisaran 23–34°C, dengan kelembapan mencapai 99 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–30 km/jam. Sementara gelombang laut di wilayah perairan Riau terpantau rendah, antara 0,5–1,25 meter.

Dengan kondisi cuaca yang fluktuatif dan kemunculan titik panas, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi karhutla dan dampak cuaca ekstrem, termasuk kabut asap serta hujan lebat disertai angin kencang yang bisa mengganggu aktivitas luar ruang.

Terkait masalah hotspot, Elisa membeberkan terdapat 26 titik panas (hotspot) yang masih terpantau di Riau. Kabupaten Rokan Hulu menjadi penyumbang terbanyak dengan 9 titik, disusul Bengkalis (5), Kampar dan Rokan Hilir (masing-masing 4), Dumai (3), serta Kuantan Singingi (1 titik).

Meski jumlah hotspot di Riau lebih rendah dibandingkan Sumatera Utara (178 titik) dan Aceh (48 titik), BMKG mengingatkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi, terutama di puncak musim kemarau. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Senyum Anak Yatim Warnai Belanja Lebaran Bersama Bupati Afni di Kandis

14 Maret 2026 - 15:03 WIB

Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis

14 Maret 2026 - 05:54 WIB

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas

12 Maret 2026 - 19:17 WIB

Trending di Pekanbaru