Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Siak

Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah 2025, Afni: Saatnya Siak Cari Duit Sendiri

badge-check


					Bupati Siak Afni Zulkifli Perbesar

Bupati Siak Afni Zulkifli

RiauKepri.com, PEKANBARU– Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah Tahun 2025 yang digelar dengan tema “Produk Hukum Daerah untuk Kemudahan Investasi dan Pemantapan Asta Cita”. Dalam forum strategis ini, isu utama yang mengemuka adalah tantangan fiskal yang dihadapi daerah, terutama berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun mendatang.

“Ini PR rumit. Tak mungkin kita tekan rakyat dengan pajak terus. Harus hidupkan sektor swasta, kolaborasi jadi kunci. Tak bisa jalan sendiri-sendiri,” ungkap Bupati Afni usai mengikuti rakor, Rabu (27/8/2025).

Pemerintah pusat juga menetapkan kebijakan baru, pada tahun 2027, belanja pegawai daerah wajib ditekan maksimal hanya 30% dari total APBD. Padahal saat ini, dengan asumsi pagu anggaran di Perubahan APBD 2025 sebesar Rp2,2 triliun, belanja pegawai Siak sudah melebihi 45%. Kondisi ini diperparah dengan beban utang yang masih besar.

Menteri Dalam Negeri, dalam arahannya, memberikan beberapa pesan penting kepada para kepala daerah:

1. Birokrat daerah harus mulai berpikir layaknya seorang wirausahawan dan pelaku ekonomi kreatif, bukan hanya administrator.

2. Semua bentuk belanja seremonial harus dikurangi, dan anggaran diarahkan untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

3. Kepala daerah dituntut bersikap tegas, bahkan diibaratkan seperti “emak-emak rumah tangga” yang cekatan dan hemat dalam mengelola keuangan.

“Banyak harapan, tapi tak sedikit pula persoalan. Pesan saya cuma satu, saatnya Siak mencari duit sendiri dari, oleh, dan untuk kito!” tegas Afni.

Dengan tantangan fiskal yang semakin berat, Siak dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi menjadi daerah yang mandiri dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru. Pemerintah daerah kini harus bersinergi, membuka ruang investasi, dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN

13 Januari 2026 - 17:24 WIB

Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah

13 Januari 2026 - 15:48 WIB

‎Rektor Unilak Jadi Pembina Upacara di SMK Pertanian Terpadu, Dorong Guru dan Siswa Lanjut Kuliah

12 Januari 2026 - 15:27 WIB

Bupati Siak: Jika Belum Bisa Melayani dengan Baik, Jangan Malu Minta Maaf

12 Januari 2026 - 14:53 WIB

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

12 Januari 2026 - 12:40 WIB

Trending di Pekanbaru