Menu

Mode Gelap
Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

Pekanbaru

Henny Sasmita: Literasi Melahirkan Pemikiran dan Solusi Bangsa

badge-check


					Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, pentingnya literasi. F: Ist Perbesar

Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, pentingnya literasi. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU – Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMAS Handayani Pekanbaru yang ke-44, Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, kembali menegaskan pentingnya literasi. Menurutnya literasi tak hanya sebatas kegiatan membaca saja, tapi juga sebagai kunci utama membentuk individu yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Menurut Henny, literasi seharusnya dipahami secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada kemampuan mengeja kata atau memahami teks. Ia memandang, literasi mencakup kemampuan menganalisis, menulis, dan menyampaikan gagasan. Semua itu, menurutnya, menjadi bekal penting untuk melahirkan generasi yang mampu berkontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.

Bunda literasi menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dihuni oleh orang-orang dengan pemikiran yang baik dan konstruktif. Pemikiran itu lahir dari kebiasaan membaca yang kemudian mendorong kemampuan menganalisis berbagai persoalan. Dari proses tersebut, seseorang baru mampu menyumbangkan ide dan solusi.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisa, menulis, dan mengemukakan fikiran. Bangsa yang besar adalah bangsa yang punya banyak pemikiran yang baik, yang pemikirannya bisa disumbangkan untuk kemajuan bangsa,” kata Henny. Kamis, (28/8/2025).

Selain itu, Henny juga menyoroti hubungan erat antara literasi dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, dengan memperluas wawasan melalui bacaan, seseorang dapat memahami satu isu dari berbagai perspektif. Hal ini membuka ruang untuk membandingkan, menyimpulkan, dan pada akhirnya merumuskan solusi yang lebih tajam terhadap berbagai permasalahan.

“Orang yang memiliki literasi yang baik akan memiliki pengetahuan yang luas, dengan pengetahuan itu maka kita punya banyak alternative solusi dan pemikiran,” terangnya.

Ia memberi contoh sederhana bagaimana satu buku saja bisa menjadi jendela untuk membandingkan informasi, mengasah logika, dan membentuk kesimpulan pribadi. Kebiasaan semacam itu, menurutnya, adalah modal penting yang harus ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

Terakhir, pada kesempatan itu, Henny menyampaikan harapannya agar sekolah ini terus menjadi wadah yang mendukung pengembangan literasi siswa. Ia percaya bahwa dari lembaga pendidikan seperti Handayani, bisa lahir calon pemimpin bangsa.

“Bakat-bakat ini saya lihat sudah tumbuh di diri anak-anak kita, tinggal bagaiamana cara mereka memupuk dan mengembangkan bakat tersebut,” tutupnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen

21 Januari 2026 - 20:40 WIB

Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau

21 Januari 2026 - 20:32 WIB

Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau

21 Januari 2026 - 19:43 WIB

Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

21 Januari 2026 - 17:22 WIB

Tangis Norma Pecah di Pekanbaru, Pasutri Korban Mafia Tanah di Meranti Mencari Keadilan

20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Trending di Meranti