RiauKepri.com, SIAK- Malam sudah jauh larut. Jarum jam di dinding menunjuk pukul 00.15 WIB. Hari telah berganti dari Rabu ke Kamis, 4 September 2025. Namun, di ruang rapat Pemerintah Kabupaten Siak, lampu masih menyala terang. Di sana, Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Wakil Bupati Syamsurizal dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih duduk serius mengkaji setiap angka dalam APBD.
Bukan tanpa alasan rapat berlangsung hingga larut malam. Sejak dilantik, Afni dan Syamsurizal memang memilih bekerja dalam diam, menyisir satu per satu belanja daerah, demi memastikan efisiensi anggaran bisa tercapai tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.
“Sejak awal kami sadar, tantangan keuangan ini tidak ringan. APBD 2025 sudah disahkan sebesar Rp 3,2 triliun, tapi ruang fiskal kita hanya sekitar Rp2,2 triliun. Artinya, kita harus efisien hingga Rp1 triliun,” ujar Bupati Afni Zulkifli dalam rapat tersebut.
Efisiensi ini, menurut Afni, tidak hanya diberlakukan untuk OPD, tetapi juga pada level pimpinan daerah. “Penghematan pada belanja kepala daerah sudah mencapai 60 persen. Kita semua sedang berhemat, bukan hanya para staf, tapi kami juga,” tegasnya.
Konsekuensi dari efisiensi ini pun terasa di berbagai lini. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hanya dapat dibayarkan 12 kali dalam setahun. Beberapa kewajiban yang belum bisa dipenuhi tahun ini, seperti pembayaran utang, digeser ke APBD murni 2026.
Meski begitu, Afni memastikan bahwa kebutuhan pokok pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas. Bahkan, ia berharap tidak ada pegawai honorer yang harus berhutang demi memenuhi kebutuhan hidup karena dampak efisiensi ini.
“Maaf jika ada yang merasa tidak nyaman. Tapi perahu bernama Siak harus terus berlayar. Bismillah, kita tetap semangat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Syamsurizal mengakui pengalaman ini sangat berbeda dibanding masa tugasnya sebagai anggota legislatif.
“Kalau dulu saya di legislatif biasa bicara soal menambah anggaran. Tapi sekarang sebagai eksekutif, tantangannya adalah bagaimana mengefisienkan anggaran. Ini pengalaman luar biasa,” katanya.
Syamsurizal juga meminta dukungan dari DPRD dan seluruh masyarakat Siak agar proses penyesuaian anggaran ini dapat selesai tepat waktu. “Akhir September ini, APBD Perubahan harus sudah diketok palu. Kami mohon doa dan dukungan, agar kami tetap istiqomah menjalankan amanah ini untuk kesejahteraan masyarakat Siak,” pungkasnya.
Di balik angka-angka dan tabel-tabel anggaran, rapat malam itu bukan sekadar tentang hitungan. Tapi ini adalah wujud nyata dari komitmen para pemimpin daerah yang memilih begadang demi satu tujuan, agar masyarakat Siak tetap sejahtera meski anggaran sedang tidak ramah. (RK1)







