RiauKepri.com, PEKANBARU– Bukan main lagi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Dia melaporkan temuan cadangan minyak dan gas (migas) baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (11/9/2025), suaranya petah menyebutkan cadangan tersebut diperkirakan mencapai 724 juta barel setara minyak (BOE).
“Dari sisi operasional, Pertamina mencatat beberapa capaian, di antaranya temuan cadangan migas baru sebesar 724 juta BOE di WK Rokan,” kata Simon.
Merespons hal ini, Ketua Pusat Studi Migas dan Lingkungan FT Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Eng. Ir. Muslim, ST, MT, IPU, menyebut angka tersebut cukup besar, mendekati satu miliar barel. Namun, sang pakar perminyakan ini menilai informasi yang disampaikan masih belum lengkap.
Menurut Muslim, dalam klasifikasi industri migas, terdapat tiga kategori cadangan: proven (terbukti, tingkat kepastian 90 persen), probable (mungkin, 50 persen), dan possible (kemungkinan, di bawah 50 persen). Hingga kini, Pertamina Hulu Rokan (PHR) belum menjelaskan cadangan yang ditemukan termasuk dalam kategori yang mana.
Selain itu, PHR saat ini diketahui tengah aktif melakukan pengeboran unconventional drilling di beberapa titik, seperti Lapangan Kelok dan Gulamo. Kedua lapangan tersebut diklaim memiliki cadangan minyak konvensional. Namun belum jelas apakah temuan 724 juta BOE tersebut berasal dari pengeboran unconventional atau bukan.
“Jika cadangan itu berasal dari lapisan batuan dengan permeabilitas rendah, maka perlu pengujian lebih lanjut untuk memastikan apakah dapat diproduksi dengan teknologi yang ada dan masuk kategori proven,” ujar Muslim, Jumat (12/9/2025), di Pekanbaru.
Meski demikian, ia mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari upaya PHR meningkatkan produksi nasional. Sejak alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina pada 2021, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dari wilayah tersebut.
“Jika temuan ini bisa diproduksikan, tentu akan memberikan kontribusi penting bagi pendapatan nasional dan daerah, khususnya Riau,” kata Muslim.
WK Rokan merupakan salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional. (RK1)







