RiauKepri,com, PEKANBARU – Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengunjungi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lubuk Dalam milik PTPN IV Regional III, Jumat (12/9/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program pengayaan ilmu lapangan bagi mahasiswa penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Mereka diajak melihat langsung rantai bisnis kelapa sawit dari hulu ke hilir.
Mulai dari pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO), hingga pemanfaatan limbah cair pabrik sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi energi terbarukan.
Limbah cair tersebut diolah menjadi sumber listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dengan teknologi co-firing. Inovasi ini disebut sebagai terobosan penting dalam mendukung energi baru terbarukan (EBT).
Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Vonny Indah Sari, yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan apresiasinya kepada PTPN IV. Menurutnya, inisiatif ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa.
“Kami menyaksikan bagaimana sawit benar-benar menjadi pohon kehidupan. Hampir semua bagiannya bermanfaat bagi manusia, termasuk limbahnya yang diolah kembali,” kata Vonny.
Ia menegaskan, pembelajaran lapangan seperti ini sangat penting untuk menghubungkan teori dengan praktik industri. Mahasiswa tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga melihat komitmen perusahaan dalam aspek lingkungan.
“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan sektor agribisnis di masa depan,” ujarnya menambahkan.
Mahasiswa yang ikut serta juga mengaku mendapatkan perspektif baru. Menurut mereka, industri sawit ternyata tidak semata mengejar keuntungan, melainkan turut mengedepankan keberlanjutan lingkungan.
Hal ini sekaligus membantah stigma negatif tentang sawit yang sering dikaitkan dengan kerusakan alam. Justru, industri dituntut semakin inovatif dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan ekologi.
Manajer Kebun Lubuk Dalam PTPN IV Regional III, Iskandar, menegaskan kunjungan ini selaras dengan komitmen perusahaan membangun pemahaman generasi muda.
“Kami ingin mahasiswa melihat secara nyata bahwa sawit bukan hanya soal produksi minyak, tetapi juga tentang energi terbarukan. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan kontribusi untuk ketahanan energi nasional,” jelas Iskandar.
PKS Lubuk Dalam diketahui memiliki PLTBg Lubuk Dalam, satu-satunya pembangkit biogas di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi Sistem Perdagangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK).
Sertifikasi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk masuk ke mekanisme perdagangan karbon atau carbon trading, sebuah langkah strategis mendukung komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi.
Kunjungan mahasiswa diakhiri dengan diskusi interaktif bersama manajemen pabrik. Mereka bertanya tentang peluang riset, prospek bisnis, serta tantangan dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sawit.
Dengan semangat muda dan bekal ilmu dari kampus maupun lapangan, para mahasiswa Unilak ini diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang membawa inovasi berkelanjutan di sektor kelapa sawit nasional. (RK2)










