Menu

Mode Gelap
Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial Tulang Politik Pasar Sosial Tetti Amalia Apresiasi Penanaman Jagung Serentak Polsek Jemaja, Perkuat Kemandirian Pangan Daerah Matangkan Persiapan Porprov Kepri 2026, Tarung Derajat Anambas Pasang Target Tiga Emas Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Jemaja Tanam Jagung di Lahan Petani Bukit Padi

Tanjungpinang

Penyengat Heritage Fest 2025: Pulau Sejarah Disulap Jadi Panggung Wisata Malam

badge-check


					Gubernur Kepri Ansar Ahmad melepas peserta lari Penyengat Night Run 5K. Perbesar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad melepas peserta lari Penyengat Night Run 5K.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat di Tanjungpinang kembali mendapat sorotan setelah sukses menggelar Festival Penyengat Heritage Fest 2025 pada 12–14 September. Ajang perdana ini bukan hanya sekadar perayaan budaya, melainkan juga upaya strategis pemerintah daerah dalam mengemas pariwisata sejarah menjadi atraksi modern yang diminati wisatawan.

Festival ini menghadirkan perpaduan unik antara tradisi Melayu dengan hiburan masa kini. Dari lomba gasing hingga lari malam, kegiatan yang disuguhkan mampu menarik perhatian ratusan peserta, termasuk wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Australia.

Tiga kegiatan utama menjadi ikon festival: lomba gasing, lomba nyuluh, serta Penyengat Night Run 5K. Dari total sekitar 500 peserta, lari malam terbukti menjadi magnet utama dengan partisipasi 380 pelari. Kehadiran puluhan pelari dari luar negeri menegaskan bahwa festival ini mulai membuka pintu internasional.

Yang membedakan event ini dengan ajang serupa adalah konsep rutenya. Para pelari tidak hanya berlari untuk menuntaskan jarak, tetapi juga diajak melintasi situs sejarah Pulau Penyengat. Gedung Tabib, Istana Tengku Bilik, hingga bangunan tua lainnya dihiasi tata cahaya artistik yang membuat suasana menjadi pengalaman visual tak terlupakan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebut festival ini sebagai “gerbang baru” pariwisata Kepri. Ia percaya bahwa Penyengat Heritage Fest akan tumbuh sebagai magnet wisata budaya dan olahraga berskala internasional. Menurutnya, keberhasilan tahun pertama ini menjadi modal penting untuk promosi yang lebih luas.

“Pulau Penyengat adalah mahkota budaya Melayu. Melalui festival ini, kita ingin memperlihatkan bagaimana sejarah dan budaya bisa dikemas menjadi atraksi modern yang mendunia,” ujar Ansar dalam sambutannya saat melepas peserta lari.

Selain aspek budaya, dampak ekonomi juga langsung terasa. Hotel dan homestay di Tanjungpinang dilaporkan penuh selama akhir pekan festival. Para pelaku UMKM turut kebanjiran pembeli, dari kuliner khas Melayu hingga cenderamata. Situasi ini memperlihatkan bagaimana pariwisata berbasis event mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, geliat ekonomi ini menjadi bukti bahwa investasi pada event kreatif memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menambahkan, festival ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga menciptakan ekosistem baru bagi pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Puncak festival ditandai dengan Heritage Lighting Show yang memukau ribuan penonton. Tata cahaya yang menyinari Istana Kantor, Gedung Tabib, hingga Istana Tengku Bilik menghadirkan nuansa magis yang jarang ditemui di destinasi sejarah lainnya. Bangunan-bangunan tua seolah hidup kembali dalam balutan cahaya modern.

Heritage Lighting Show ini mendapat respon positif dari wisatawan. Banyak yang mengaku terkesan karena Pulau Penyengat tidak hanya menghadirkan sejarah di siang hari, tetapi juga mampu menyulap suasana malam menjadi atraksi penuh warna. Konsep ini bahkan diproyeksikan akan menjadi instalasi permanen.

“Cita-cita kita adalah menjadikan Pulau Penyengat sebagai destinasi ‘Bedelau’—bercahaya dan mendunia. Heritage Fest 2025 ini adalah awal dari perjalanan itu,” tutur Ansar Ahmad.

Dengan keberhasilan perdana ini, Festival Penyengat Heritage Fest diharapkan menjadi agenda tahunan yang tak hanya merawat tradisi, tetapi juga membawa Pulau Penyengat naik kelas di peta pariwisata internasional. Ke depan, kolaborasi budaya, olahraga, dan teknologi pencahayaan diyakini akan menjadi identitas baru pariwisata Kepulauan Riau. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 7 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

7 Juni 2026 - 00:01 WIB

Cuaca Kepri Sabtu 6 Juni 2026 Didominasi Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

6 Juni 2026 - 00:01 WIB

Cuaca Kepri Jumat 5 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

5 Juni 2026 - 00:05 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 4 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Karimun Berpotensi Hujan Ringan, Warga Pesisir Diminta Waspada

4 Juni 2026 - 00:05 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir di Sejumlah Wilayah Kepri pada Rabu, 3 Juni 2026

3 Juni 2026 - 00:05 WIB

Trending di Kepulauan Riau