Menu

Mode Gelap
Polsek Mandau Bergerak Cepat, Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu Ditangkap di Mandau Polres Bengkalis Dukung Ketahanan Pangan Melalui Polsek Rupat Nobar Film “Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita” di Tanjungpinang, Bedah Kritik Militerisasi dan Ketahanan Pangan di Papua Zikir Listrik Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 24 Mei 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Diguyur Hujan Kepala Desa Ulu Maras Apresiasi Program Padat Karya Bandara Letung, 430 Warga Terlibat

Minda

Bunga Rampai Pemekaran Kab. Kuantan Singingi (9): Asrul Ja’afar “Bersiteru” dengan Sukarmis

badge-check


					Asrul Ja'afar  dalam kenangan Perbesar

Asrul Ja'afar dalam kenangan

BARU sembilan hari dilantik jadi Bupati Kuantan Singingi Rusdji S Abrus meninggal dunia. Otomatis penggantinya adalah Asrul Ja’afar selaku wakilnya. Asrul Ja’afar dilantik jadi Bupati Kuantan Singingi pada 20 Agustus 2001 dan berakhir 1 Juni 2006.

Selama menjadi Bupati Kuantan Singingi, Asrul Ja’afar tidak memiliki wakil bupati. Namun demikian, buah tangannya selama menjadi pemimpin di Kuantan Singingi bisa dibanggakan.

Misalnya, infrastruktur jalan dan bangunan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi di Sungai Jering, Pasar Rakyat Taluk Kuantan, Balai Pertemuan Abdoerraoef, jembatan Ma’arifat Mardjani, dan Jembatan Pulau Bungin.

Sejumlah pembangunan gedung dan infrastruktur jalan lainnya di kecamatan juga berhasil dibangun Asrul Ja’afar . Inilah kepiawaian seorang pemimpin pro rakyat yang berpikiran jauh ke depan.

Pada masanya enam kecamatan baru terbentuk. Yakni Hulu Kuantan, Gunung Toar, Singingi Hilir, Logas Tanah Darat. Inuman, dan Pangean. Ini melengkapi lima kecamatan yang sudah terbentuk ketika masih bergabung dengan Indragiri Hulu. Yakni Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Kuantan Hilir, Cerenti, dan Benai.

Sekarang Kuantan Singingi terdiri dari 15 Kecamatan. Yaitu Kuantan Mudik, Hulu Kuantan, Gunung Toar, Pucuk Rantau, Singingi, Singingi Hilir, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Kuantan Hilir, Pangean, Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir Seberang, Cerenti, dan Inuman.

Jabatan sebagai salah seorang “Bapak Pembangunan” Kuantan Singingi layak disandang oleh Asrul Ja’afar. Dia berhasil merubah kawasan Sinambek di Sungai Jering dari hutan belantara menjadi kompleks perkantoran Kabupaten/ Kota termegah di Riau pada masanya.

Tokoh masyarakat Kuantan Tengah Syaifullah Aprianto mengakui kepiawaian Asrul Ja’afar dalam membangun Kuantan Singingi. “Jika ada pihak yang membantah apakah punya mata atau tidak untuk melihat realita yang ada,” ujarnya.

Menurut Saifullah, jika ada bangunan kantor baru di komplek perkantoran Bupati Kuantan Singingi, itu adalah kelanjutan pembangunan yang sudah dilaksanakan Asrul Ja’afar sebelumnya.

“Ini adalah realitas yang tidak bisa dibantah,” tambah mantan anggota DPRD Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi yang akrab disapa Yan Tembak ini.

Bersiteru

SAYANG pemerintahan Asrul Ja’afar tak semulus program pembangunan yang dilaksanakannnya. Dalam perjalanan dia “bersiteru” dengan Ketua DPRD Kuantan Singingi Sukarmis. Padahal pada Pemilihan Kepala Daerah 2001 Sukarmis mendukungnya bersama Rusjdi S. Abrus dalam pemilihan kepala daerah yang masih dipilih anggota DPRD.

Puncak dari perseteruan itu saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuantan Singingi pada 2006. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuantan Singingi menetapkan empat pasang yang maju. Yakni berdasarkan nomor urut: Sukarmis – Mursini, Asrul Ja’afar – Muklis MR, Raja Erisman – Endrianto Usta dan Suhardiman – Radja Bastian.

Pasangan Sukarmis – Mursini yang dukung Partai Golkar dan PPP ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilkada pilihan rakyat pertama di Kuantan Singingi. Usai kalah Asrul Ja’afar bukan berarti kariernya tenggelam.

Asrul tercatat sebagai anggota DPRD Riau periode 2009-2014 Daerah Pemilihan Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.

Meninggal Dunia

ASRUL Ja’afar menghembuskan nafas terakhir pukul 13:30 WIB, Rabu, 1 Februari 2017 di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Sebelumya dia menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama akibat penyakit kompilkasi yang dideritanya sejak Senin, 30 Januari 2017.

Jenazah Asrul Ja’afar disemayamkan di rumah duka di Jalan Tanjung Jaya II Tangkerang Selatan Kota Pekanbaru. Dia dikebumikan esok harinya Kamis, 2 Februari 2017 di Pekanbaru.

ASRUL Ja’afar memang telah tiada. Sampena HUT ke-26 Kuantan Singingi penghargaan layak diberikan kepadanya. Sebagaimana halnya juga kepada pendahulunya Rusjdi S. Abrus. Begitu juga pejuang-pejuang pemekaran yang telah mengantarkan Kuantan Singingi jadi kabupaten.

“Jas Merah,” kata Soekarno bukan sekedar diingat tapi harus dilaksanakan. (Bersambung)

 

Penulis: Sahabat Jang Itam 10-19-2025

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Memanjat Jambat, Menyeberang Sungai dan Jalan Berlumpur, Bupati Afni Antar Seragam ke Pelosok

22 Mei 2026 - 10:06 WIB

KWT Gamar Sejahtera Diduga Jual Pupuk dan Mesin Rumput, Ini Tanggapan PPL Desa Pandau Jaya

20 Mei 2026 - 17:27 WIB

Perdana Terapkan Manajemen Talenta, Empat Putra Daerah Dilantik Jadi Kadis di Depan Istana Siak

20 Mei 2026 - 09:56 WIB

Trending di Riau