Menu

Mode Gelap
Cuaca Kepri Ahad 10 Mei 2026: Batam dan Tanjungpinang Berpotensi Hujan Ringan, Natuna-Anambas Waspada Angin Kencang Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut Kepri dan Meranti Perkuat Jalur Maritim dan Layanan Publik Lewat Kerja Sama Strategis DPRD Kota Batam Sahkan Perda Lembaga Adat Melayu (LAM), Perkuat Identitas dan Marwah Budaya Melayu Sukses Gelar Porseni SD/MI Siantan, KKG Tuah Siantan Tuai Apresiasi Disdikpora Anambas

Pekanbaru

Menjelang Iraq Vs Indonesia, Tangisan Subuh di Pekanbaru

badge-check


					Menjelang Iraq Vs Indonesia, Tangisan Subuh di Pekanbaru Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU– Saat sebagian warga bersiap menyambut laga Timnas Indonesia kontra Iraq di layar kaca, subuh yang biasanya sunyi mendadak berubah menjadi kepanikan di sudut Kota Pekanbaru.
Pukul 02.15 WIB, Ahad (12/10/2025), langit di atas Jalan Cipta Karya memerah. Bukan karena bendera merah putih, tapi karena lidah api yang melahap tiga ruko dan satu rumah warga, tepat 15 menit sebelum sepak bola.

Asap tebal menggulung dari samping Taman Kanak-Kanak Anamiroh 17. Bukannya teriakan “Indonesia! Indonesia!”, yang terdengar justru teriakan minta tolong, suara pecah kaca, dan teriakan panik warga yang berlarian berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan.

Raja Adil Siregar, salah seorang warga setempat, menjadi saksi mata detik-detik awal musibah. Ia menunjuk satu rumah hunian yang kini tinggal puing-puing hitam hangus. “Dari rumah Bang Adi (Adi Aldo) awalnya. Kayaknya kipas listrik yang meledak,” ujarnya, menahan napas panjang, matanya masih menatap reruntuhan.

Raja bukan hanya melihat, ia ikut berlari. Bersama warga lain, ia bahu-membahu mengevakuasi barang dari warung harian, toko kelontong, dan rumah Adi Aldo. Mereka sempat berhasil memindahkan sebagian isi rumah dan satu unit mobil yang nyaris ikut jadi korban.

“Mobilnya sempat kami dorong keluar dari garasi sebelum apinya makin gede. Tapi barang-barang di dalam rumah banyak yang udah nggak sempat,” katanya. Napasnya berat, sesekali ia mengusap debu di jidatnya.

Namun tidak semua beruntung. Di antara bangunan yang hangus, sebuah kios pangkas rambut jadi saksi bisu amukan api. Pintu kios yang terkunci membuat siapa pun tak bisa menyelamatkan alat-alat di dalamnya. “Terkunci rapat, jadi hangus semua,” ujar Raja.

Di sisi lain, seorang lelaki tua duduk termenung di kursi plastik reyot, tak jauh dari garis polisi. Dialah Babe Anwar, 68 tahun, tinggal sendiri di rumah kecil di belakang lokasi kebakaran. Malam itu, ia bangun karena teriakan warga, bukan karena alarm kebakaran.

“Awalnya saya kira maling, rupanya api,” ucapnya lirih. Ia langsung keluar, membawa beberapa dokumen dan pakaian. Beberapa warga sempat membantu mengevakuasi barang-barang dari rumahnya yang posisinya sangat dekat dengan titik api.

“Kami khawatir banget api merembet ke ruko laundry sama rumah Babe Anwar. Jadi, prioritasnya selamatkan dulu barang-barang dari belakang,” kata Raja.

Tak lama setelah itu, petugas pemadam kebakaran dari Pemko Pekanbaru tiba. Mereka langsung menyemprotkan air ke sumber api yang sudah membesar, dibantu warga yang masih siaga.

Dalam waktu lebih dari satu jam, kobaran berhasil dilokalisir. Api dicegah agar tidak menyebar ke bangunan lain. Pendinginan dilakukan hingga pagi menjelang, dan syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Meski begitu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Semua isi rumah dan ruko yang terbakar nyaris ludes. Satu-satunya yang tersisa adalah puing-puing, arang, dan kenangan getir dari subuh yang seharusnya tenang.

Sementara itu, pertandingan Iraq melawan Indonesia pun berlalu. Tak ada sorakan kemenangan di Jalan Cipta Karya pagi itu. Hanya sisa-sisa asap dan warga yang kembali menata hidup, di atas puing-puing yang pernah mereka sebut rumah, bersama kesedihan Timnas gagal masuk piala dunia 2026. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tamu Beradat

9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Besok, Peluncuran Buku Karmila Sari Digelar di Balai Adat LAMR Riau

7 Mei 2026 - 13:40 WIB

Langkah Terakhir Menuju Pucuk BSP di Tangan Bupati Siak

6 Mei 2026 - 14:02 WIB

Trending di Pekanbaru