RiauKepri.com, BATAM– Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung lokasi kebakaran kapal Federal II di kawasan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (16/10/2025). Musibah yang terjadi dini hari sebelumnya itu menelan korban jiwa sebanyak 10 orang pekerja, sementara 21 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam kunjungannya, Wagub Nyanyang menyampaikan duka mendalam atas insiden tragis tersebut. Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, terutama dalam hal penerapan standar keselamatan kerja di kawasan industri galangan kapal.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan secara pribadi, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Ini adalah duka kita semua,” ujar Nyanyang di lokasi kejadian.
Wagub menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal proses tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh korban. Ia meminta agar PT ASL Shipyard memastikan seluruh hak-hak tenaga kerja yang menjadi korban dipenuhi secara layak dan tepat waktu.
“Kami akan memastikan perusahaan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka dan memberikan santunan yang sesuai bagi keluarga korban meninggal dunia,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga akan segera memanggil sejumlah instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan kerja di kawasan industri. Dinas Tenaga Kerja Kepri akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan guna meninjau ulang sistem manajemen keselamatan di lingkungan kerja.
Menurut Nyanyang, insiden seperti ini seharusnya dapat dihindari apabila sistem keamanan dan pengawasan di lapangan berjalan dengan baik. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Kita ingin ada langkah konkret pasca-tragedi ini. Jangan sampai musibah ini berlalu tanpa perbaikan berarti,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, General Manager PT ASL Shipyard, Audrie K, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi pada Rabu (15/10) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pekerja yang sedang bertugas merupakan tim shift malam.
“Kebakaran terjadi menjelang waktu istirahat pagi. Kami memiliki dua sistem kerja, pagi dan malam, dan korban seluruhnya adalah pekerja shift malam,” kata Audrie.
Ia menambahkan, sebanyak 31 pekerja menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan 10 orang dinyatakan meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat.
Pihak perusahaan, kata Audrie, akan bertanggung jawab penuh atas seluruh korban. Ia memastikan bahwa manajemen sedang menyiapkan langkah cepat untuk pemulihan korban dan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Perusahaan akan menjamin seluruh hak pekerja, termasuk santunan bagi keluarga korban. Kami juga menerima masukan dari berbagai pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Wagub Nyanyang dalam kesempatan itu juga meninjau area kapal yang terbakar, disertai jajaran kepala dinas terkait. Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kepri Hasfarizal Handra, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri Diky Wijaya, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi, serta Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi.
Pemerintah Provinsi Kepri berencana membentuk tim khusus untuk menginvestigasi penyebab pasti kebakaran tersebut. Hasil investigasi nantinya akan dijadikan dasar untuk memperkuat kebijakan keselamatan kerja di sektor galangan kapal.
“Kami ingin industri galangan kapal di Kepri menjadi contoh penerapan standar keselamatan kerja yang baik. Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan hilangnya nyawa,” tutup Nyanyang. (Adv)









