Menu

Mode Gelap
Polsek Mandau Ungkap Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Satu Pelaku Diamankan Siap Lahirkan Generasi Juara, Camp Generasi Bintan Religius Berikan Beragam Pengalaman dan Pengetahuan Roby Buka Turnamen Bola Voli Bupati Cup III 2026 di Lapangan Kuala Sempang ‎Silaturahmi dengan Pangkogabwilhan I, Camat Jemaja Timur Bahas Potensi dan Infrastruktur Daerah Hubungan Malaysia dan Filipina: Isu Sabah Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah

Advertorial

Pemprov Kepri Dorong Dunia Industri Terlibat Aktif dalam Desain Pelatihan Vokasi

badge-check


					Foto bersama kegiatan evaluasi pelaksanaan pelatihan vokasi dan pemagangan tenaga kerja dalam begeri Provinsi Kepri digelar di Aula Politeknik Negeri Batam. Perbesar

Foto bersama kegiatan evaluasi pelaksanaan pelatihan vokasi dan pemagangan tenaga kerja dalam begeri Provinsi Kepri digelar di Aula Politeknik Negeri Batam.

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menegaskan pentingnya keterlibatan dunia industri dalam merancang dan melaksanakan program pelatihan vokasi agar hasilnya benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan kerja yang dinamis.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan hal itu saat membuka Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Tenaga Kerja Dalam Negeri di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (16/10/2025).

Menurut Nyanyang, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilakukan hanya melalui pelatihan formal di lembaga pendidikan atau balai pelatihan saja. Dunia industri harus dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar program vokasi benar-benar menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

“Kami ingin dunia usaha dan dunia industri berperan aktif, tidak sekadar menjadi penerima hasil pelatihan. Kolaborasi sejak awal akan membuat pelatihan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menilai tantangan utama ketenagakerjaan di Kepri bukan hanya keterbatasan lapangan kerja, tetapi juga ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri yang terus berubah.

Melalui forum evaluasi ini, kata Nyanyang, pemerintah ingin memastikan kurikulum pelatihan vokasi telah disesuaikan dengan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) serta kebutuhan nyata perusahaan di sektor-sektor unggulan Kepri seperti manufaktur, maritim, dan pariwisata.

“Pelatihan vokasi dan pemagangan harus menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” tambahnya.

Wagub juga menekankan peran penting para instruktur dalam memastikan proses pelatihan berjalan sesuai standar industri. Instruktur, menurutnya, harus terus meng-upgrade kompetensi agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan metode produksi terkini.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa Pemprov Kepri berkomitmen memperluas program vokasi yang berbasis kebutuhan lokal, sekaligus mendorong kemitraan strategis antara pemerintah, kampus vokasi, dan pelaku usaha.

“Kita ingin peserta vokasi tidak hanya siap bekerja, tapi juga punya kemampuan berwirausaha. Semangat adaptif dan inovatif harus ditanamkan sejak awal,” ungkap Nyanyang.

Pemprov Kepri juga tengah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memperluas akses pelatihan vokasi hingga ke kabupaten/kota, terutama di wilayah dengan potensi industri baru.

Dalam acara tersebut, Nyanyang menyampaikan apresiasi kepada dunia industri yang telah membuka kesempatan bagi peserta pelatihan dan pemagangan untuk belajar langsung di tempat kerja.

“Inilah bentuk kemitraan yang nyata. Dunia usaha membuka pintu, sementara pemerintah menjamin kualitas dan relevansi programnya. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” tegasnya.

Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Diky Wijaya, Wakil Direktur III Politeknik Negeri Batam Muhammad Zainudin, GM PT Sumitomo Wiring System Batam Indonesia Ana Rahmawati, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kota Batam, serta sejumlah HRD perusahaan, BKK SMK se-Kota Batam, dan peserta pelatihan vokasi.

Melalui evaluasi terpadu seperti ini, diharapkan pelatihan vokasi di Kepri dapat terus menyesuaikan diri dengan arah pembangunan ekonomi daerah dan memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu pusat industri kompetitif di kawasan barat Indonesia. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

30 April 2026 - 08:35 WIB

Ketua DPRD Anambas Rian Kurniawan Apresiasi Talenta Lokal di Final Piala Leo Unnoky 2026

19 April 2026 - 16:01 WIB

DPRD Anambas Apresiasi Turnamen Kuala Maras Cup, Dinilai Berdampak Ekonomi

17 April 2026 - 07:50 WIB

Respons Cepat Pascakeracunan MBG, DPRD Anambas Pastikan Pemulihan Ratusan Pelajar Berjalan Optimal

16 April 2026 - 18:45 WIB

Penguatan Budaya “BerAKHLAK” Jadi Strategi Sekretariat DPRD Riau Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

13 April 2026 - 13:18 WIB

Trending di Advertorial