Menu

Mode Gelap
Kadinkes Anambas Terbitkan 3 ST PPPK, Satu Tenaga Tanpa Surat Tugas Tuai Sorotan Di Balik Sorotan Dana BOS, SMKN 4 Tanjungpinang Minta Pemberitaan Berimbang Myanmar yang Menjadi Dilema Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers Indra Saputra Maju PD Tidar Kepri, Serangkaian Kegiatan Seminar Dilaksanakan 10-11 Mei 2026 Sempat Vakum Akibat Pandemi, Helat Budaya ‘Sabtu Batam Berpuisi’ Kembali Bergema di Rumahitam

Tanjungpinang

Sinergi Dinas Koperasi dan UKM Kepri dan Rutan Tanjungpinang: Warga Binaan Dilatih Jadi Perajin Mandiri

badge-check


					Kadis Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi saat menerima kunjungan jajaran Rutan Tanjungpinang. Perbesar

Kadis Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi saat menerima kunjungan jajaran Rutan Tanjungpinang.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Upaya memberdayakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Kepulauan Riau mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang.

Pertemuan resmi yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Komplek Perkantoran Pemprov Kepri, Selasa (14/10), menjadi momentum awal sinergi kedua lembaga. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menyambut langsung kunjungan Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, beserta jajarannya.

Pertemuan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi langkah konkret membangun kerja sama dalam pembinaan keterampilan bagi para WBP agar memiliki daya saing dan keahlian saat kembali ke masyarakat.

Menurut Riki Rionaldi, pihaknya berkomitmen untuk mendukung setiap upaya yang berorientasi pada peningkatan kapasitas SDM, termasuk bagi warga binaan. “Kami melihat potensi besar yang bisa dikembangkan dari keterampilan mereka. Tinggal bagaimana memberikan pendampingan dan pelatihan yang tepat,” ujarnya.

Selama ini, WBP di Rutan Kelas I Tanjungpinang telah menghasilkan berbagai produk kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Salah satu yang paling dikenal adalah miniatur kapal layar yang dibuat menggunakan bahan bekas seperti kayu dan stik es krim.

Proses pembuatan miniatur tersebut bukan hanya sekadar kegiatan rekreasi, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketelitian. Para WBP dituntut untuk merancang desain, melakukan pengukuran presisi, hingga menyelesaikan tahap finishing secara rapi.

Selain kapal layar, WBP juga menghasilkan berbagai produk lain seperti miniatur truk, mobil, pot bunga, bus, kotak tisu, hingga replika Gedung Gonggong—ikon Kota Tanjungpinang. Semua dibuat dengan kreativitas tinggi dari bahan sederhana yang awalnya dianggap tidak bernilai.

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, menilai bahwa kegiatan ini memberikan dampak psikologis positif bagi para WBP. “Mereka belajar menghargai proses, waktu, dan nilai kerja keras. Ini membantu membangun rasa percaya diri mereka untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Dinas Koperasi dan UKM Kepri akan memberikan pendampingan teknis dan pelatihan kewirausahaan agar hasil karya WBP dapat dipasarkan dengan lebih baik dan memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

Riki menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM Kepri siap membuka akses terhadap berbagai program penguatan kapasitas usaha, termasuk pelatihan desain produk, pemasaran digital, hingga sertifikasi keterampilan. “Tujuannya agar setelah bebas, mereka bisa menjadi pelaku UMKM yang mandiri,” jelasnya.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Pemprov Kepri dalam membangun ekonomi inklusif, di mana setiap individu, termasuk mantan warga binaan, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Kepri melihat program pembinaan ini sebagai bentuk nyata rehabilitasi sosial yang produktif. Dengan pelatihan yang tepat, para WBP dapat memiliki keterampilan praktis yang berguna untuk membuka usaha baru setelah masa hukuman berakhir.

Kegiatan kreatif seperti ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi munculnya wirausaha baru dari kalangan eks-WBP yang dapat ikut memperkuat sektor UMKM di Kepri.

“Yang paling penting adalah memberikan harapan baru. Bahwa masa depan mereka tidak berhenti di balik jeruji, tetapi bisa dimulai kembali dengan keterampilan dan kemandirian,” pungkas Riki Rionaldi.

Kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM Kepri dengan Rutan Kelas I Tanjungpinang menjadi contoh nyata bahwa pembinaan tidak hanya tentang pembatasan, tetapi juga tentang memberi kesempatan kedua untuk berkarya dan berdaya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Balik Sorotan Dana BOS, SMKN 4 Tanjungpinang Minta Pemberitaan Berimbang

10 Mei 2026 - 16:27 WIB

Indra Saputra Maju PD Tidar Kepri, Serangkaian Kegiatan Seminar Dilaksanakan 10-11 Mei 2026

10 Mei 2026 - 13:28 WIB

Kepri dan Meranti Perkuat Jalur Maritim dan Layanan Publik Lewat Kerja Sama Strategis

9 Mei 2026 - 13:02 WIB

SDN 006 Tanjungpinang Timur Kangkangi Juknis O2SN, Hak Atlet “Dikebiri”

5 Mei 2026 - 10:49 WIB

Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

30 April 2026 - 06:33 WIB

Trending di Tanjungpinang