RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kebangkitan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau kini menemukan simbol barunya melalui kehadiran D’Sayur TPI. Gerai modern yang berawal dari usaha kecil ini terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak kolaborasi antara pelaku UMKM lokal dan konsumen. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Koperasi dan UMKM menunjukkan dukungan penuh terhadap geliat ini sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, hadir langsung dalam peresmian cabang ketiga D’Sayur yang berlokasi di Jalan Pemuda Blok 1B–3B, Tanjungpinang. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tak sekadar mendorong wirausaha muda dari sisi kebijakan, tetapi juga hadir mendampingi pelaku usaha dalam setiap tahap pertumbuhan.
Menurut Riki, keberhasilan D’Sayur adalah cerminan dari transformasi pelaku UMKM yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menyebut D’Sayur sebagai bukti bahwa kreativitas dan kerja keras mampu mengubah usaha kecil menjadi penggerak ekonomi yang berpengaruh di daerah.
“D’Sayur bukan hanya tempat belanja, tapi ruang inspirasi. Ini contoh bahwa pelaku lokal bisa bersaing jika punya komitmen dan inovasi,” ujarnya.
D’Sayur kini menggandeng lebih dari 200 pelaku UMKM lokal, memasarkan lebih dari 800 produk unggulan daerah. Kolaborasi tersebut menjadikan gerai ini bukan sekadar pusat distribusi produk, tetapi juga wadah pemberdayaan yang memperkuat rantai pasok lokal di Tanjungpinang dan sekitarnya.
Riki menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen membangun ekosistem usaha yang inklusif. Dukungan terhadap model bisnis seperti D’Sayur merupakan bagian dari strategi memperkuat daya saing UMKM melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran.
“Kami ingin semua pelaku UMKM di Kepri mencontoh semangat ini. Jangan takut untuk berinovasi, jangan berhenti belajar. Pemerintah siap menjadi mitra dalam setiap langkah,” tegasnya.
Gerai baru D’Sayur menampilkan konsep modern berpadu dengan sentuhan lokal. Interiornya dirancang oleh desainer muda Tanjungpinang, memadukan kepraktisan gaya ritel modern dengan nuansa kearifan daerah. Produk yang ditawarkan pun sangat beragam—dari bahan pangan segar hingga produk olahan dan kreatif khas Kepri.
Selain menjadi tempat belanja, D’Sayur berfungsi sebagai pusat promosi produk daerah. Di sinilah produsen bertemu langsung dengan konsumen, memperkuat rasa percaya dan memperpendek rantai distribusi. Model bisnis ini dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi ganda bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza yang turut hadir dalam peresmian itu menilai D’Sayur sebagai contoh ideal kewirausahaan muda yang sukses di tengah tantangan ekonomi global. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menumbuhkan kemandirian ekonomi daerah.
“Kita butuh lebih banyak anak muda seperti ini—berani mencoba, berani berubah. D’Sayur membuktikan bahwa usaha lokal bisa jadi besar asal dijalankan dengan visi yang jelas,” ujar Raja Ariza.
Di sisi lain, pendiri D’Sayur TPI, Muhammad Sadmi Al Qayum, membagikan kisah inspiratifnya. Dari pedagang keliling, kini ia mampu membuka tiga cabang dengan total 80 karyawan. Ia menyebut keberhasilannya tak lepas dari dukungan pemerintah yang konsisten mendorong penguatan UMKM.
“D’Sayur ingin menjadi tempat tumbuhnya kreativitas anak muda dan wadah bagi produk lokal agar dikenal lebih luas,” ungkap Sadmi.
Ia menegaskan bahwa setiap langkah pengembangan D’Sayur selalu diiringi komitmen untuk memberdayakan UMKM kecil yang kerap kesulitan menembus pasar modern. Dengan sistem kemitraan yang terbuka, D’Sayur membantu pelaku kecil memahami standar kualitas dan pemasaran yang berkelanjutan.
Bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, keberhasilan D’Sayur menjadi sinyal positif bahwa arah kebijakan penguatan UMKM sudah berada di jalur yang benar. Pemerintah kini semakin fokus pada pendampingan, bukan sekadar bantuan modal, agar pelaku usaha bisa tumbuh mandiri.
Sebelum menutup kunjungannya, Riki Rionaldi berpesan kepada seluruh pelaku usaha yang tergabung di D’Sayur agar terus menjaga kualitas dan kolaborasi. “Setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh. D’Sayur sudah membuka jalan, kini saatnya UMKM lain melangkah lebih jauh,” ucapnya.
Ia optimistis bahwa Kepulauan Riau memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi kreatif di kawasan barat Indonesia. Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, UMKM lokal diyakini akan menjadi motor utama kebangkitan ekonomi Kepri di masa depan. (*)








