RiauKepri.com, PEKANBARU — Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (Unilak), Iik Idayanti, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia menjadi salah satu pemakalah terpilih dalam Fourth Abu Dhabi International Conference on Manuscripts, yang digelar pada 8–10 Oktober 2025 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Acara ini merupakan kerjasama Department of Culture and Tourism Abu Dhabi, UEA dengan Mc Gill University, Canada.
Kabar penerimaan disampaikan melalui surat resmi dari Department of Culture and Tourism – Abu Dhabi pada 18 April 2025. Dari lebih dari enam ratus abstrak yang masuk, karya Iik berhasil lolos seleksi dan akan dipresentasikan dalam Panel 3: Arabic Calligraphy and Artistic Manuscripts, bersama para akademisi dari Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Konferensi internasional ini menjadi ajang bergengsi bagi peneliti dunia yang fokus pada manuskrip Arab dan Islam. Agenda resmi konferensi juga mencakup sesi pleno, diskusi tematik, dan pameran manuskrip langka dari Timur Tengah dan Asia.
Beberapa bulan setelah kabar dari Abu Dhabi, Iik juga menerima undangan kuliah umum dari Leiden University Centre for the Study of Islam and Society (LUCIS), Belanda. Acara yang berlangsung pada 15 Oktober 2025 di kampus Universitas Leiden itu mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Dalam kuliah umum bertajuk “Unveiling the Written Heritage of the Siak Sultanate: An Ethnographic Study on the Access and Interpretation of the Archives of Sultan Syarif Kasim II”, Iik memaparkan hasil penelitiannya tentang arsip dan manuskrip peninggalan Kesultanan Siak. Ia menekankan pentingnya upaya pelestarian arsip tersebut sebagai bagian dari identitas budaya Melayu dan warisan Islam Nusantara.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan dukungan penuh fakultas terhadap dosen yang aktif dalam forum ilmiah internasional.
“Kami sangat bangga atas kiprah Iik yang telah membawa nama Unilak dan Riau di ajang akademik dunia. Kegiatan ini memperluas jejaring internasional dan memperkenalkan riset-riset tentang kebudayaan Melayu di forum global,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning.
Keikutsertaan Iik dalam konferensi di Abu Dhabi dan kuliah umum di Universitas Leiden menjadi tonggak penting bagi pengembangan akademik Unilak. Selain memperkuat reputasi kampus di tingkat internasional, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi riset antara Indonesia, Timur Tengah, dan Eropa. (RK2)







