Menu

Mode Gelap
Di Balik Sorotan Dana BOS, SMKN 4 Tanjungpinang Minta Pemberitaan Berimbang Myanmar yang Menjadi Dilema Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers Indra Saputra Maju PD Tidar Kepri, Serangkaian Kegiatan Seminar Dilaksanakan 10-11 Mei 2026 Sempat Vakum Akibat Pandemi, Helat Budaya ‘Sabtu Batam Berpuisi’ Kembali Bergema di Rumahitam Marwah Diri

Pekanbaru

BPBD Riau Kerahkan Helikopter Padamkan Karhutla di Tujuh Daerah, Fokus di Kawasan TNTN

badge-check


					BPBD Damkar Riau sedang melakukan pemadaman Karhutla di beberapa daerah di Riau. F: Ist Perbesar

BPBD Damkar Riau sedang melakukan pemadaman Karhutla di beberapa daerah di Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau terus berupaya menekan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hingga Ahad (2/11/2025), tim gabungan darat dan udara masih berjibaku melakukan pemadaman di tujuh kabupaten/kota.

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan bahwa Karhutla masih terpantau di Kabupaten Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu (Rohul), Siak, Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hilir (Rohil), dan Kota Pekanbaru. Sejumlah titik disebut merupakan kebakaran baru, sementara lainnya masih dalam tahap pendinginan.

“Total ada tujuh daerah yang masih kami tangani. Beberapa di antaranya titik baru, namun sebagian besar sudah dalam proses pendinginan,” jelas Edy.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kabupaten Indragiri Hulu, tepatnya di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kondisi medan yang sulit dan ketiadaan sumber air di sekitar lokasi membuat pemadaman harus dilakukan dengan helikopter water bombing.

“Di TNTN, kami andalkan water bombing karena tak ada sumber air di dekat titik api. Tim darat tetap memantau agar api tak menjalar ke area lain,” ujarnya.

Meski begitu, Edy memastikan situasi Karhutla di Riau masih terkendali. Ia menjelaskan, sebagian besar titik kebakaran terjadi di lahan mineral, bukan lahan gambut, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.

“Lahan mineral lebih mudah dipadamkan dibanding gambut. Namun, kami tetap siaga penuh untuk mencegah api meluas,” tegasnya.

BPBD Riau bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api terus memperkuat patroli dan pemantauan udara. Langkah ini diharapkan dapat mencegah munculnya titik panas baru di tengah kondisi cuaca kering yang masih melanda sejumlah wilayah. (RK5/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers

10 Mei 2026 - 13:31 WIB

Marwah Diri

10 Mei 2026 - 08:56 WIB

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tamu Beradat

9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Trending di Minda