Menu

Mode Gelap
Prakiraan BMKG Jumat: Tanjungpinang hingga Natuna Didominasi Berawan dan Hujan Ringan Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas Pemkab Siak Bayar THR ASN 100%, TPP Disesuaikan Kemampuan APBD PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21 Air Kaleng: Gelembung Nostalgia dan Simbol Marwah

Politik

Pengamat Hukum Nilai Aksi Siram Air Cabai ke Anggota DPRD Kampar Cerminan Kekecewaan Publik

badge-check


					Pengamat Hukum Riau, Aspandiar SH. (Foto: Ist) Perbesar

Pengamat Hukum Riau, Aspandiar SH. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, KAMPAR – Pengamat Hukum Riau, Aspandiar SH, menilai insiden penyiraman air cabai oleh seorang warga bernama Joko terhadap anggota DPRD Kampar, Toni Hidayat, sebaiknya dilihat sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat terhadap wakil yang dipilihnya, bukan semata persoalan hukum.

“Ini bisa dilihat sebagai ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap wakilnya. Tidak semua persoalan harus dibawa ke ranah hukum,” kata Aspandiar saat dimintai tanggapan di Pekanbaru, Senin (3/11/2025).

Ia menyarankan agar pihak terkait membuka ruang dialog untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik. “Sebaiknya bicarakan apa yang menjadi kekecewaan konstituennya. Jika memang ada alasan, minta maaf dan perbaiki ke depan,” ujarnya.

Aspandiar berharap para wakil rakyat dapat lebih dewasa dalam bersikap dan berpolitik. “Jangan sedikit-sedikit main lapor polisi. Wakil rakyat seharusnya memberi contoh kedewasaan politik,” katanya.

Ia juga mengingatkan aparat kepolisian agar tidak tergesa-gesa memproses kasus ini secara pidana. Menurutnya, penyelesaian melalui pendekatan sosial dan politik bisa lebih menyejukkan.

“Polisi hendaknya tidak melihat ini sebagai tindak pidana yang penting dan mendesak untuk diproses. Beri ruang bagi semua pihak untuk menyelesaikannya. Ini menyangkut banyak pihak, partai dengan kadernya, anggota dewan dengan masyarakat yang memilihnya,” tutur Aspandiar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada acara syukuran warga di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Ahad (2/11/2025) pagi, suasana mendadak ricuh ketika pelaku menyiram air cabai ke wajah Toni Hidayat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Mutiara VI, Perumahan Mutiara Mas.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, pelaku datang ke acara syukuran, berpura-pura terjatuh, lalu menyiram sisa soto yang telah dicampur air cabai ke wajah korban. “Korban sudah membuat laporan. Saat ini pelaku telah kami amankan dan sedang diperiksa,” kata Gian. Polisi masih menyelidiki motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya latar belakang pribadi atau gangguan kejiwaan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Bumi Siak Pusako Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025

11 Maret 2026 - 13:42 WIB

Rompi Oranye dan Tangan Diborgol di Pagi Pekanbaru, Kepulangan Abdul Wahid Menuju Meja Hijau

11 Maret 2026 - 11:40 WIB

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Plt Gubri Puji Semangat Bupati Afni Perjuangkan Siak

10 Maret 2026 - 18:20 WIB

BSP Perlu Dukungan Pers untuk Bangkit dan Berkelanjutan

10 Maret 2026 - 04:44 WIB

Trending di Bisnis