RiauKepri.com, ROHIL – Upaya percepatan transformasi digital di tingkat desa mulai menunjukkan langkah signifikan di Kabupaten Rokan Hilir. PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) Cabang Bagansiapiapi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (DPMK) Rohil resmi memulai program edukasi khusus untuk penerapan transaksi non-tunai bagi seluruh kepenghuluan di daerah tersebut.
Program yang diikuti oleh 159 kepenghuluan ini digelar di aula pertemuan BRK Syariah Bagansiapiapi pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan berlangsung selama empat hari dengan fokus utama memperkuat tata kelola keuangan desa melalui layanan digital perbankan.
Pendekatan edukatif ini menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Dengan semakin berkurangnya penggunaan uang tunai, pemerintah berharap potensi penyimpangan dapat ditekan secara signifikan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pelatihan teknis mengenai penggunaan aplikasi Siskeudes versi V2.07.R2 yang kini menjadi standar nasional dalam pengelolaan keuangan desa. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan fitur-fitur unggulan Cash Management System (CMS) BRK Syariah.
CMS BRK Syariah dinilai mampu menyederhanakan proses administrasi dan transaksi desa, mulai dari pembayaran kegiatan, pengelolaan anggaran, hingga monitoring real-time oleh perangkat kepenghuluan. Solusi ini sekaligus menjadi wujud dukungan Bank terhadap digitalisasi layanan publik.
Branch Manager BRK Syariah Bagansiapiapi, Arrizal Saputra, menyampaikan bahwa percepatan transaksi non-tunai di tingkat desa harus segera diwujudkan agar pengelolaan anggaran dapat berjalan lebih efisien. Menurutnya, desa-desa di Rohil sudah siap memasuki sistem keuangan digital.
Ia menegaskan bahwa penggunaan transaksi non-tunai bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga langkah strategis meminimalkan risiko peredaran uang tunai. “Melalui transaksi online, prosesnya lebih aman, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selain memaparkan manfaat, Arrizal juga mendorong seluruh peserta untuk aktif mencoba berbagai fitur CMS saat pelatihan. Ia berharap perubahan pola kerja ini dapat segera diterapkan setibanya di desa masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PMK Rohil, Intan, yang hadir mewakili pimpinan dinas, menyampaikan apresiasinya kepada BRK Syariah yang telah memberikan ruang edukasi komprehensif bagi aparatur desa. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah nyata memperkuat tata kelola pemerintahan desa.
Intan meminta para peserta mengikuti materi dengan serius karena implementasinya akan sangat berpengaruh pada pengelolaan keuangan desa ke depan. Ia menegaskan bahwa setiap perangkat desa berhak bertanya bila ada bagian yang belum dipahami dalam penggunaan aplikasi maupun CMS.
Ia juga menekankan bahwa transformasi digital desa bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar desa mampu beradaptasi dengan perkembangan sistem pemerintahan modern. Dengan dukungan perbankan daerah seperti BRK Syariah, perubahan ini diharapkan berjalan lebih terarah.
Melalui kegiatan ini, BRK Syariah dan DPMK Rohil menargetkan seluruh desa di Kabupaten Rokan Hilir sudah mulai mengimplementasikan transaksi non-tunai secara penuh dalam waktu dekat. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi desa-desa di Rohil dalam membangun sistem keuangan yang lebih transparan dan akuntabel. (*)







