Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa 9 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Lahan Binaan Polsek Pinggir Hasilkan 2 Ton Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan Dukung Ketahanan Pangan, Ps. Kasium Polsek Panipahan BRIPKA Muhammad Yusuf Laksanakan Pengecekan Jagung Pipil di Wilayah Panipahan Sejumlah Tiang Listrik di Jalan Baru Teluk Kaut–Mampok Terancam Roboh, Warga Khawatir PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak Aneng Kembali Dipercaya Pimpin Demokrat Kepri, Amir Fikri Apresiasi Jalannya Musda

Pekanbaru

Seminar Kesehatan: Kenali SADARI untuk Mendeteksi Kanker Payudara

badge-check


					dr. Sinta Maulanisa. F: Ist Perbesar

dr. Sinta Maulanisa. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Pemeriksaan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ditekankan sebagai metode paling sederhana dan efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara dalam seminar kesehatan “Kenali dan Lawan Kanker Payudara Sejak Dini” di RSUD Arifin Achmad, Rabu (19/11/2025). Seminar yang digelar DWP Provinsi Riau ini menghadirkan dr. Sinta Maulanisa, spesialis bedah onkologi, sebagai narasumber.

Di hadapan peserta, dr. Sinta menegaskan bahwa deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan kanker. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak pasien datang pada stadium lanjut akibat rasa takut dan malu memeriksakan diri. “Kita ingin masyarakat bergeser dari takut menjadi peduli. Pemeriksaan sederhana seperti SADARI bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Menurut dr. Sinta, SADARI dapat dilakukan siapa saja di rumah tanpa alat khusus. Langkah-langkahnya meliputi memperhatikan perubahan bentuk payudara di depan cermin, meraba seluruh area payudara dengan tiga jari, serta memeriksa apakah ada cairan yang keluar dari puting. Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan sebulan sekali, pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah menstruasi atau pada tanggal yang sama setiap bulan bagi perempuan menopause.

Ia menambahkan bahwa 9 dari 10 benjolan yang ditemukan umumnya bersifat jinak, namun tetap perlu diperiksa tenaga medis. “Ukuran benjolan tidak menentukan keganasan. Yang berbahaya adalah menunda pemeriksaan,” kata dr. Sinta.

Selain membahas teknik pemeriksaan, dr. Sinta juga meluruskan sejumlah mitos yang kerap beredar, seperti anggapan bahwa operasi menyebabkan kanker menyebar atau benjolan kecil tidak berbahaya. Ia menegaskan bahwa hanya pemeriksaan klinis dapat memastikan diagnosis, termasuk melalui USG bagi wanita di bawah 40 tahun dan mammografi bagi yang berusia di atas 40 tahun.

Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab mengenai gejala awal dan pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini, pemerintah dan tenaga medis berharap masyarakat semakin memahami bahwa SADARI merupakan langkah sederhana namun penting dalam mendeteksi kanker payudara lebih awal. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak

8 Juni 2026 - 18:19 WIB

Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial

7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Tulang Politik

7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau

6 Juni 2026 - 14:39 WIB

Tegak Tiang Tonggol, LAMR Teguhkan Marwah Melayu di Usia ke-56

6 Juni 2026 - 10:16 WIB

Trending di Pekanbaru