Menu

Mode Gelap
Ketika Sarkasme Kehilangan Daya Gigitnya Cuaca Kepri Ahad, 14 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Diguyur Hujan Ringan, Natuna dan Anambas Didominasi Berawan KONI Anambas Siapkan 15 Cabor untuk Berlaga dan Raih Prestasi di Porprov Kepri VI 2026. Bupati Aneng dan Warga Gotong Royong Bersihkan Kawasan Gunung Nyabung pada Jumat ASRI Wabup Raja Bayu Hadiri Launching Jum’at Siantan Berseri, Dorong Budaya Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih Dahlan Iskan Ungkap Bupati Siak Tagih Utang Pusat ke Presiden

Pekanbaru

Di Bawah Terik Pekanbaru, Warga Pelalawan Menanti Keadilan yang tak Kunjung Datang

badge-check


					Aksi demo warga Pelalawan di depan Kejati Riau. F: Ist Perbesar

Aksi demo warga Pelalawan di depan Kejati Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Terik matahari siang itu tak menyurutkan langkah ribuan warga Pelalawan dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Marwah Riau. Mereka memenuhi Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan gerbang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (20/11/2025). Di antara lautan manusia itu, tampak seorang ibu muda menggendong anak balitanya, berusaha menenangkan sang buah hati yang mulai rewel di tengah panas dan riuh pengeras suara.

“Kami cuma mau hak kami dihargai,” ujar seorang bapak paruh baya yang berdiri sambil memegang spanduk lusuh. Ia mengaku berangkat sejak subuh dari kampungnya di Pelalawan bersama rombongan warga lain. “Kalau kami tidak datang, siapa lagi yang memperjuangkan tanah kami?”

Wajah-Wajah yang Resah

Aksi ini bukan sekadar barisan massa yang marah. Di balik teriakan orasi, terlihat wajah-wajah cemas yang sudah terlalu lama menunggu kepastian tentang tanah yang mereka yakini sebagai ruang hidup mereka. Ada yang membawa anaknya karena tak punya pilihan meninggalkannya di rumah. Ada pula mahasiswa yang hadir karena merasa harus ikut mengawal kepentingan masyarakat adat dan tempatan.

Arus lalu lintas dialihkan. Pengamanan ketat dari polisi dan TNI tampak di berbagai sudut. Namun massa tetap bertahan, menyuarakan satu tuntutan besar, transparansi dan keadilan atas pengelolaan kawasan hutan dan lahan sitaan di Riau.

Kami Seharusnya Mengelola Tanah

Dalam orasinya, perwakilan massa menyebut bahwa Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) harus membuka seluruh bukti proses pengukuhan kawasan hutan, mulai dari SK 173/1986 hingga SK 903/2016. Menurut mereka, tanpa transparansi, aktivitas Satgas PKH dan PT Agrinas Palma Nusantara semestinya dihentikan.

Teriakan paling lantang muncul ketika nama PT Agrinas Palma Nusantara disebut.

“Yang membuat kami miris, mereka tidak mengelola sendiri lahan sitaan itu. Mereka malah cari pihak ketiga. Uang mukanya besar sekali. Kami masyarakat lokal tak sanggup,” ujar salah satu orator yang matanya sempat berkaca-kaca.

Bagi massa, luka itu terasa semakin dalam karena mereka merasa diabaikan di tanahnya sendiri.
“Kami ini pemilik Riau. Mestinya masyarakat adat dan masyarakat tempatan diberi kesempatan mengelola lahan sitaan itu,” lanjutnya.

Massa juga mendesak pemerintah pusat menuntaskan pelaksanaan Putusan MK 35/2012 tentang pengakuan tanah ulayat, termasuk penataan batas yang transparan dan melibatkan masyarakat adat.

Menolak Kehadiran Aparat Bersenjata

Salah satu kekhawatiran warga adalah penggunaan aparat bersenjata dalam penanganan persoalan lahan.
“Kami datang bukan untuk perang. Kami cuma minta keadilan,” kata seorang mahasiswa yang membawa poster bertuliskan “Tanah Adat Marwah Kami”.

Menunggu yang Tak Kunjung Datang

Teriakan warga belum ditanggapi, tidak ada perwakilan Satgas PKH maupun Kejati Riau yang turun menemui massa. Ketidakhadiran itu membuat massa semakin gelisah. Mereka mencoba mendekat ke gerbang kantor Kejati, tetapi barisan aparat gabungan sudah lebih dulu menghadang.

Namun, meski kelelahan mulai tampak dan suara orator satu per satu mulai serak, tak ada tanda massa akan pulang.
Di depan gedung tinggi yang sunyi itu, mereka tetap berdiri bertahan dengan satu harapan, suara kecil dari kampung-kampung Pelalawan ini pada akhirnya didengar. Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dahlan Iskan Ungkap Bupati Siak Tagih Utang Pusat ke Presiden

13 Juni 2026 - 14:56 WIB

Gadai Emas Di BRK Syariah Jadi Pilihan Tepat Masyarakat dari Jerat Rentenir

12 Juni 2026 - 16:56 WIB

Fakultas Pertanian Unilak Gelar Kuliah Umum: Bedah Nilai Tukar Rupiah & Masa Depan Industri Perkebunan Riau 2026

12 Juni 2026 - 16:39 WIB

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

11 Juni 2026 - 11:27 WIB

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

Trending di Pekanbaru