Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Pekanbaru

Orangtua Murid SD Pekanbaru Sebut Anaknya Sakit Jantung, Dugaan Perundungan Harus Diusut

badge-check


					MA murid SD yang meninggal diduga akibat perundungan. (Foto: ist) Perbesar

MA murid SD yang meninggal diduga akibat perundungan. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Kematian MA, murid kelas VI SDN 108 Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Bocah 13 tahun itu meninggal dunia pada Ahad (23/11/2025) setelah sebelumnya diduga mengalami perundungan di sekolahnya.

Orangtua korban, Deswita, mengungkapkan bahwa putranya memiliki riwayat penyakit bawaan sebelum peristiwa tersebut terjadi. MA diketahui pernah mengidap penyakit jantung dan rematik sejak kecil. Meski demikian, Deswita tetap berharap rangkaian kejadian sebelum kematian anaknya dapat ditelusuri dengan jelas.

“Anak saya memang punya penyakit jantung dan rematik,” ujar Deswita. Ia menambahkan bahwa kendati sudah mengikhlaskan kepergian MA, ia ingin semua proses yang terjadi sebelum anaknya meninggal tetap dibuka secara transparan.

Kronologi dugaan perundungan pertama terjadi pada Kamis (13/11/2025) ketika MA sedang belajar kelompok bersama teman-temannya di dalam kelas. Tiba-tiba seorang murid berinisial FT menendang kepala MA. Kejadian tersebut disaksikan murid lain berinisial ARK yang kemudian melaporkan kepada wali kelas, namun tidak ada tindakan langsung.

Setibanya di rumah, MA menceritakan kejadian itu sambil menangis kepada ibunya. Ia mengaku takut dan menolak berangkat sekolah keesokan harinya. Kondisinya kemudian memburuk, diduga mengalami gangguan pada otak setelah menerima tendangan di kepala.

Karena terkendala biaya, keluarga terlebih dahulu membawa MA ke pengobatan alternatif. Namun tempat pengobatan tersebut justru menyarankan agar MA segera dibawa ke fasilitas kesehatan resmi. Sayangnya, ketika keluarga mencoba ke puskesmas, layanan sedang tutup karena hari Sabtu.

MA akhirnya dirawat di rumah dalam kondisi terus melemah hingga akhirnya meninggal dunia. Riwayat dugaan perundungan yang dialaminya bukan kali pertama. Pada Oktober 2025, MA juga disebut sering dipukul di bagian dada oleh murid lain berinisial SM hingga sempat dirawat selama satu minggu di rumah sakit di Pekanbaru.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah sebenarnya telah memediasi kedua orangtua, dan keluarga pelaku disebut telah meminta maaf. Namun kondisi MA pascakejadian terus menjadi perhatian keluarga karena kesehatannya sering menurun.

Pihak keluarga kemudian menunjuk kuasa hukum dari Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau untuk mengawal kasus ini. Kuasa hukum keluarga, Suroto, mengatakan pendampingan diberikan tanpa biaya karena kasus ini dinilai perlu ditangani secara serius.

“Kami ingin ada evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di sekolah-sekolah di Pekanbaru maupun di Riau,” ujar Suroto. Ia juga menegaskan keluarga awalnya enggan memperpanjang masalah, namun dorongan dari berbagai pihak membuat kasus ini perlu diteruskan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyempatkan diri melayat ke rumah duka pada Minggu malam. Agung datang bersama istrinya untuk memastikan kondisi keluarga korban dan memberikan dukungan langsung. Ia mengatakan pemerintah kota siap membantu pihak keluarga dan mencari penjelasan atas kejadian yang menimpa MA.

Hingga kini, penyebab pasti kematian MA, apakah murni akibat penyakit bawaan atau dipicu oleh dugaan perundungan masih belum dapat dipastikan. Namun keluarga berharap penyelidikan terhadap seluruh kejadian yang dialami korban tetap dilanjutkan demi keadilan dan evaluasi sistem perlindungan anak di sekolah. (RK1/ra.com)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadramaut

17 Januari 2026 - 08:25 WIB

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Trending di Pekanbaru