Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Pekanbaru

Dua Jenazah Teridentifikasi, Sembilan Lainnya Dimakamkan Tanpa Nama di Panipahan

badge-check


					Penemuan 11 mayat di Rohil. (Foto: ist) Perbesar

Penemuan 11 mayat di Rohil. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Di tengah gelombang duka yang menyelimuti perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kisah manusia di balik penemuan 11 jenazah mengambang di laut perlahan mulai terungkap. Dua dari jenazah tersebut akhirnya berhasil diidentifikasi, membawa kepastian bagi keluarga yang menanti dengan cemas.

Kedua korban adalah Andri Manik (40) dan Darwis (47), warga Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kepastian itu disampaikan oleh Kasat Polairud Polres Rohil, AKP Charisma Fajar Angkasa Putra, Jumat (12/12/2025).

“Kedua jenazah sudah dijemput oleh keluarganya,” ujarnya dengan suara berat, menandai berakhirnya penantian keluarga yang berhari-hari kehilangan kabar.

Sementara itu, sembilan jenazah lainnya masih tanpa identitas. Tubuh-tubuh yang ditemukan nelayan itu sudah dalam kondisi rusak, sebagian anggota badan hilang, diduga karena terlalu lama terombang-ambing di laut.

“Kita menduga jenazah ini sudah beberapa hari berada di laut, sulit dikenali,” kata Charisma.

Lokasi penemuan berada di perairan lepas, jalur pelayaran line tanker yang berbatasan langsung dengan Sumut. Dugaan sementara, seluruh korban berasal dari Sumut dan terkait musibah tenggelamnya kapal kargo dan kapal nelayan dari Belawan dan Tanjung Balai Asahan. Cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi di Selat Malaka disebut menjadi penyebab.

Temuan yang Menggetarkan

Camat Pasir Limau Kapas, Yahya Khan, mengatakan jenazah-jenazah itu ditemukan secara bertahap oleh nelayan yang sedang mencari ikan.

“Beberapa hari berturut-turut nelayan menemukan jenazah mengapung. Total ada 11 mayat,” ujarnya.

Nelayan yang biasanya pulang membawa hasil laut, kali ini kembali ke daratan membawa kabar duka, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat pesisir Panipahan.

Jenazah-jenazah itu kemudian dievakuasi oleh tim gabungan TNI–Polri dan dilakukan identifikasi. Namun sulitnya mengenali wajah dan kondisi tubuh membuat proses berjalan lambat.

Dari 11, sembilan jenazah yang belum dikenal akhirnya dimakamkan di pemakaman dekat masjid raya Pasir Limau Kapas, sebuah tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang tak sempat berpamitan.

Seruan untuk Keluarga

Pemerintah Rohil menjadikan kasus ini sebagai prioritas. Yahya mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor.

“Kami imbau kepada masyarakat yang merasa ada anggota keluarganya hilang, agar segera melapor untuk mempermudah proses identifikasi,” katanya.

Di tengah laut yang kembali tenang, gelombang duka masih menyapu keluarga-keluarga yang belum menemukan jawaban. Para nelayan yang menjadi saksi pertama juga membawa pulang cerita yang tak mudah dilupakan.

Dan di pesisir Panipahan, sembilan makam tanpa nama kini berdiri menunggu waktu hingga identitas mereka kembali ditemukan, hingga kisah hidup mereka bisa pulang kepada keluarganya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadramaut

17 Januari 2026 - 08:25 WIB

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Trending di Pekanbaru