Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Siak

Bupati Siak: BUMD Harus Bekerja, Bukan Menumpang Kerja

badge-check


					Bupati Siak: BUMD Harus Bekerja, Bukan Menumpang Kerja Perbesar

RiauKepri.com, SIAK– Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Siak harus benar-benar bekerja dan memberi kontribusi nyata bagi daerah, bukan justru “menumpang kerja” dengan membentuk banyak anak perusahaan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Afni dalam konferensi pers capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2025 dan transparansi agenda 2026, Senin (29/12/2025), di Pendopo Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat.

Menurut Afni, secara ideal BUMD harus menjadi kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah. Namun dalam praktiknya, masih terdapat BUMD yang justru tidak memberikan kontribusi signifikan dan malah membentuk anak perusahaan hingga berkali-kali perubahan.

Pernyataan itu disampaikan Afni menanggapi pertanyaan seorang warga bernama Dedi yang meminta agar dilakukan restrukturisasi BUMD. Dedi menilai keberadaan sejumlah BUMD di Kabupaten Siak belum menjadi andalan dalam mendongkrak PAD daerah.

“Pada prinsipnya saya sepakat. Memang seharusnya BUMD itu bukan numpang cari kerja, tapi benar-benar mencari kerja dan menghasilkan,” tegas Afni.

Ia menambahkan, terkait persoalan BUMD, Pemerintah Kabupaten Siak telah dan akan terus melakukan langkah efisiensi agar badan usaha daerah dapat dikelola secara sehat dan profesional.

Khusus untuk BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP), Afni menilai persoalan utama yang menghambat kontribusi terhadap daerah adalah kondisi pipa distribusi yang sudah tidak memadai. Selama persoalan tersebut belum diselesaikan, PT BSP dinilai akan sulit memberikan dividen kepada pemerintah daerah.

“Selagi pipanya tidak diganti, PT BSP tidak akan pernah memberi dividen ke daerah. Karena itu saya sudah meminta agar pada 2026 dilakukan lelang pipa,” ujar Afni.

Ia memprediksi, jika rencana tersebut berjalan sesuai harapan, maka pada 2027 PT BSP dapat kembali bangkit dan mulai mencatat sejarah baru sebagai BUMD yang memberi manfaat nyata bagi daerah.

“Kalau Presiden Prabowo bangga dengan karya anak bangsa, maka kita juga harus bangga dengan karya kita sendiri. Kita bangun pipa milik PT BSP sendiri, yang hasilnya bisa dinikmati, bahkan bisa dipakai hingga 100 tahun untuk anak cucu kita,” ucap Afni. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak

18 Januari 2026 - 17:36 WIB

Siak Terima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI

18 Januari 2026 - 06:02 WIB

Sampah Berserakan, Pengelola Pasar tak Resmi Dayun Dapat Ultimatum Bupati Siak

17 Januari 2026 - 10:26 WIB

Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia

16 Januari 2026 - 20:43 WIB

Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan

15 Januari 2026 - 21:26 WIB

Trending di Siak