RiauKepri.com, SIAK– Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, meninjau langsung dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang ambruk pada Senin sore (5/1/2025). Peninjauan tersebut turut didampingi Wakil Bupati Siak, Ketua DPRD Siak, serta sejumlah anggota DPRD Siak.
Bupati Afni menjelaskan, Pelabuhan Tanjung Buton saat ini dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton di bawah Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan tersebut sempat disewakan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Samudera Siak (SS).
Menurut Afni, lepasnya pengelolaan pelabuhan dari PT Samudera Siak telah menjadi salah satu bahan evaluasi pada awal masa kepemimpinannya yang dimulai sejak 4 Juni 2025.
“Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara sirkuler pada 5 Agustus 2025, para pemegang saham PT Samudera Siak, yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE), telah memberhentikan jajaran direksi dan komisaris lama secara tidak hormat, serta mengangkat pengurus baru,” ujar Afni.
Ia menyebutkan, keputusan tersebut diambil menyusul kinerja direksi sebelumnya yang dinilai buruk dan lalai dalam menjaga potensi strategis daerah.
Dengan jajaran komisaris dan direksi yang baru, Pemerintah Kabupaten Siak saat ini terus berupaya mengembalikan kepercayaan Kementerian Perhubungan agar BUMD Siak kembali diberi kewenangan mengelola kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Buton.
Bupati Afni mengungkapkan, dirinya bersama Ketua DPRD Siak bahkan telah mendatangi langsung Kementerian Perhubungan untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola Pelabuhan KITB apabila kembali diberi kepercayaan.
“Ini bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan dukungan semua pihak, terlebih setelah kejadian ambruknya dermaga hari ini, yang menurut Kepala KSOP disebabkan oleh kelalaian direksi bertahun-tahun lalu,” katanya.
Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Afni berharap kejadian ambruknya dermaga tersebut dapat segera ditangani dengan baik oleh pihak terkait, mengingat dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Ia juga memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.
“Alhamdulillah, tidak ada korban dalam kejadian ini,” ucap Afni. (RK1)







