Menu

Mode Gelap
Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis Kompang Aib BMKG: Cuaca Kepri Sabtu Didominasi Berawan, Hujan Ringan di Sejumlah Daerah Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus PPAD Kepri Bersama Panti Asuhan AL Ibris dan Serahkan Bantuan Sembako Santuni Anak Yatim, Kapolres Meranti : Kita Jaga Meranti Terap Kondusif Berkah Ramadhan, Ketua TP PKK Bintan Kunjungi Panti Asuhan Inayah Kijang

Bengkalis

Dramatis, Laporan WhatsApp Selamatkan Korban Perdagangan Orang di Bengkalis

badge-check


					Tim Opsnal Polres Bengkalis lakukan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (Foto: Ist) Perbesar

Tim Opsnal Polres Bengkalis lakukan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (Foto: Ist)

RiauKepri.com, BENGKALIS – Kesunyian dini hari di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis, mendadak berubah tegang. Sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (3/2/2026), Tim Opsnal Polres Bengkalis melakukan penggerebekan di sebuah rumah penampungan yang diduga menjadi bagian dari sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Rumah di Jalan Intan Baiduri itu digerebek setelah polisi menerima laporan warga melalui pesan WhatsApp dan layanan darurat 110. Informasi singkat tersebut menjadi penyelamat bagi sejumlah orang yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga operasi senyap pada dini hari demi menjaga keselamatan para calon korban.

“Berawal dari curhat warga melalui WhatsApp dan 110, kami bergerak cepat karena menyangkut keselamatan manusia,” ujar Fahrian.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan total 12 orang. Setelah pemeriksaan awal, empat orang ditetapkan sebagai terduga pelaku, masing-masing berinisial Z (44), MR (54), SS (25), dan C (27). Mereka diduga mengorganisir pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural ke Malaysia melalui jalur laut.

Sementara itu, delapan lainnya diduga sebagai korban. Di antara mereka terdapat tiga warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Myanmar (Rohingya). Para korban ditemukan di lokasi penampungan yang berbeda dan tidak dilengkapi dokumen resmi.

“Mereka berada dalam kondisi rentan, tanpa dokumen, menunggu diberangkatkan. Ini gambaran nyata eksploitasi manusia,” kata Fahrian.
Penggeledahan dilakukan secara terbuka dan disaksikan warga sekitar. Dari lokasi, polisi menyita delapan unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk komunikasi sindikat, serta satu paspor milik korban sebagai barang bukti.

Para terduga pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO serta Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Polisi menegaskan penindakan ini sebagai bentuk komitmen memberantas perdagangan manusia, khususnya di wilayah pesisir.

Saat ini, seluruh terduga pelaku dan korban telah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Kapolres Bengkalis mengapresiasi keberanian warga yang melapor dan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

“Satu pesan WhatsApp bisa menyelamatkan nyawa. Kami harap masyarakat terus aktif melapor melalui 110,” pungkas Fahrian. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirut Sawit Diborgol Kejati Riau, Satu Tersangka Masih Hirup Udara Segar

27 Februari 2026 - 16:30 WIB

Safari Ramadan ke Bengkalis, Warga Desa Muara Basung Antusias Sambut Kehadiran Plt Gubernur Riau

27 Februari 2026 - 08:01 WIB

Safari Ramadan di Bengkalis, Plt Gubri SF Hariyanto Serahkan Bantuan Kemitraan BRK Syariah di Desa Muara Basung

26 Februari 2026 - 13:43 WIB

Enam Hari Berjibaku Karhutla di Desa Damai, Hotspot Riau Terbanyak di Sumatera

12 Februari 2026 - 10:52 WIB

Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

21 Januari 2026 - 17:22 WIB

Trending di Bengkalis