Menu

Mode Gelap
Bacakan Amanat Kapolri, Bupati Roby Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Seligi 2026 di Mapolres Bintan Prakiraan BMKG Jumat: Tanjungpinang hingga Natuna Didominasi Berawan dan Hujan Ringan Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas Pemkab Siak Bayar THR ASN 100%, TPP Disesuaikan Kemampuan APBD PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21

Internasional

Klaim Kematian Khamenei Masih Kontroversial, Iran Tetapkan Berkabung Nasional

badge-check


					Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyed Ali Khamenei. (Foto: Net) Perbesar

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyed Ali Khamenei. (Foto: Net)

RiauKepri.com, TEHERAN — Pemerintah Iran mengumumkan periode berkabung nasional setelah laporan media lokal menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyed Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Pernyataan itu memicu reaksi keras dan kebingungan, karena klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Menurut laporan media pemerintah Iran yang dirilis Ahad (1/3/2026), kabinet negara menetapkan 40 hari berkabung serta tujuh hari libur nasional untuk menghormati “gugurnya” Khamenei dalam serangan yang diklaim terjadi pada 28 Februari.

Namun, rincian waktu dan kondisi insiden belum dipublikasikan secara resmi oleh otoritas militer Iran. Yang jelas, pernyataan ini langsung memunculkan kontroversi.

Sehari sebelumnya, pejabat tinggi Amerika Serikat dan Israel, termasuk Presiden dan Perdana Menteri mereka, mengklaim bahwa Khamenei telah tewas. Pernyataan itu kemudian dibantah oleh pejabat Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa Khamenei masih hidup dan berada dalam kondisi baik di tengah meningkatnya ketegangan militer di wilayah tersebut.

Situasi tersebut memperlihatkan ketidakpastian informasi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan koalisi AS–Israel. Pun, belum ada verifikasi independen dari lembaga internasional mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin tertinggi Iran.

Para analis menilai, perbedaan klaim ini berpotensi memperburuk ketegangan regional sekaligus meningkatkan ketidakstabilan diplomatik. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasang Badan untuk Pemimpin Baru Iran, China Kecam Keras AS – Israel

10 Maret 2026 - 07:12 WIB

Kabar Eks Presiden Iran Ahmadinejad Gugur, Picu Peningkatkan Konflik

2 Maret 2026 - 06:32 WIB

Iran Serukan Balas Kematian Khamenei terhadap AS dan Israel

2 Maret 2026 - 05:52 WIB

AS-Israel v Iran, Pemerintah Pantau Ketat 58.873 Jemaah Umrah

1 Maret 2026 - 12:59 WIB

Trump Klaim Khamenei Tewas, Iran Bantah dan Balas Serangan

1 Maret 2026 - 06:59 WIB

Trending di Internasional