Senin, 24 Juli, 2017 1:03 am

Mantan Pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati Kirim Surat ke Gubri

Ilustrasi (g. net)

RiauKepri.com, PEKANBARU – Terkait belum dibayarnya pesagon, gaji dari bulan Maret sampai Juni 2017, serta uang cuti oleh PT Laut Jawa Makmur Sejati sebagai sub kontraktor PT EMP Malacca Straits SA di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mantan pekerja perusahaan tersebut akan melayangkan surat ke Gubernur Riau.

“Ya, kami akan mengirimkan surat kepada Gubernur Riau. Surat itu sudah dibawa untusan kami, dan hari Senin (24/7/2017) ini surat tersebut akan diserahkan kepada gubernur. Kami berharap gubernur dapat menyelesaikan masalah yang kami hadapi. Kami benar-benar sudah penat,” ucap salah seorang mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati, Ujang, kepada RiauKepri,com melalui telepon genggam, Ahad (23/7/2017).
Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, sebanyak 54 pekerja (52 supir dan 2 mekanik) PT Laut Jawa Makmur Sejati habis masa kerjanya terhitung tanggal 30 Juli 2017. Namun demikian, pihak perusahaan tidak mengeluarkan kewajiban pesagon, gaji dari bulan Maret-Juni 2017, serta uang cuti. Hal inilah yang merisaukan para pekerja tersebut.
Mendapat berita ada 54 pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati yang tidak mendapat hak mereka, Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia (F.SPSTSI) – Konfederasi Serikat Seluruh Indonesia (K.SPSI) Provinsi Riau, Bambang Wahyu Jatmiko, menyesalkan kejadian ini. Menurutnya pihak perusahaan, sesuai dengan undang-undang tenaga kerja, harus melunasi kewajiban mereka.
“Kalau pihak perusahaan tidak melunasi kewajina mereka, para pekerja lakukan somasi terhadap perusahaan tersebut. Buat tembusannya ke kami dan juga Gubernur Riau, Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait. Kami akan memprosesnya melalui jalur hukum,” jelas Bambang, Ahad (23/7/2017).
Sementara itu, pihak PT Laut Jawa Makmur Sejati, melalui Endang (staf lapangan) dihubungi melalui telpon genggam tidak merespon pertanyaan dari RiauKepri.com. Ketika dijelaskan bahwa RiauKepri.com hendak mengonfirmasikan terkait 54 pekerja yang belum mendapat hak mereka, Endang langsung memutuskan percakapan melalui telepon genggam tersebut. (RK3)
Baca juga :  Baru Saja, Kebakaran Hebat Terjadi di Tabek Gadang