BARU sembilan hari dilantik jadi Bupati Kuantan Singingi Rusdji S Abrus meninggal dunia. Otomatis penggantinya adalah Asrul Ja’afar selaku wakilnya. Asrul Ja’afar dilantik jadi Bupati Kuantan Singingi pada 20 Agustus 2001 dan berakhir 1 Juni 2006.
Selama menjadi Bupati Kuantan Singingi, Asrul Ja’afar tidak memiliki wakil bupati. Namun demikian, buah tangannya selama menjadi pemimpin di Kuantan Singingi bisa dibanggakan.
Misalnya, infrastruktur jalan dan bangunan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi di Sungai Jering, Pasar Rakyat Taluk Kuantan, Balai Pertemuan Abdoerraoef, jembatan Ma’arifat Mardjani, dan Jembatan Pulau Bungin.
Sejumlah pembangunan gedung dan infrastruktur jalan lainnya di kecamatan juga berhasil dibangun Asrul Ja’afar . Inilah kepiawaian seorang pemimpin pro rakyat yang berpikiran jauh ke depan.
Pada masanya enam kecamatan baru terbentuk. Yakni Hulu Kuantan, Gunung Toar, Singingi Hilir, Logas Tanah Darat. Inuman, dan Pangean. Ini melengkapi lima kecamatan yang sudah terbentuk ketika masih bergabung dengan Indragiri Hulu. Yakni Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Kuantan Hilir, Cerenti, dan Benai.
Sekarang Kuantan Singingi terdiri dari 15 Kecamatan. Yaitu Kuantan Mudik, Hulu Kuantan, Gunung Toar, Pucuk Rantau, Singingi, Singingi Hilir, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Kuantan Hilir, Pangean, Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir Seberang, Cerenti, dan Inuman.
Jabatan sebagai salah seorang “Bapak Pembangunan” Kuantan Singingi layak disandang oleh Asrul Ja’afar. Dia berhasil merubah kawasan Sinambek di Sungai Jering dari hutan belantara menjadi kompleks perkantoran Kabupaten/ Kota termegah di Riau pada masanya.
Tokoh masyarakat Kuantan Tengah Syaifullah Aprianto mengakui kepiawaian Asrul Ja’afar dalam membangun Kuantan Singingi. “Jika ada pihak yang membantah apakah punya mata atau tidak untuk melihat realita yang ada,” ujarnya.
Menurut Saifullah, jika ada bangunan kantor baru di komplek perkantoran Bupati Kuantan Singingi, itu adalah kelanjutan pembangunan yang sudah dilaksanakan Asrul Ja’afar sebelumnya.
“Ini adalah realitas yang tidak bisa dibantah,” tambah mantan anggota DPRD Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi yang akrab disapa Yan Tembak ini.
Bersiteru
SAYANG pemerintahan Asrul Ja’afar tak semulus program pembangunan yang dilaksanakannnya. Dalam perjalanan dia “bersiteru” dengan Ketua DPRD Kuantan Singingi Sukarmis. Padahal pada Pemilihan Kepala Daerah 2001 Sukarmis mendukungnya bersama Rusjdi S. Abrus dalam pemilihan kepala daerah yang masih dipilih anggota DPRD.
Puncak dari perseteruan itu saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuantan Singingi pada 2006. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuantan Singingi menetapkan empat pasang yang maju. Yakni berdasarkan nomor urut: Sukarmis – Mursini, Asrul Ja’afar – Muklis MR, Raja Erisman – Endrianto Usta dan Suhardiman – Radja Bastian.
Pasangan Sukarmis – Mursini yang dukung Partai Golkar dan PPP ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilkada pilihan rakyat pertama di Kuantan Singingi. Usai kalah Asrul Ja’afar bukan berarti kariernya tenggelam.
Asrul tercatat sebagai anggota DPRD Riau periode 2009-2014 Daerah Pemilihan Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.
Meninggal Dunia
ASRUL Ja’afar menghembuskan nafas terakhir pukul 13:30 WIB, Rabu, 1 Februari 2017 di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Sebelumya dia menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama akibat penyakit kompilkasi yang dideritanya sejak Senin, 30 Januari 2017.
Jenazah Asrul Ja’afar disemayamkan di rumah duka di Jalan Tanjung Jaya II Tangkerang Selatan Kota Pekanbaru. Dia dikebumikan esok harinya Kamis, 2 Februari 2017 di Pekanbaru.
ASRUL Ja’afar memang telah tiada. Sampena HUT ke-26 Kuantan Singingi penghargaan layak diberikan kepadanya. Sebagaimana halnya juga kepada pendahulunya Rusjdi S. Abrus. Begitu juga pejuang-pejuang pemekaran yang telah mengantarkan Kuantan Singingi jadi kabupaten.
“Jas Merah,” kata Soekarno bukan sekedar diingat tapi harus dilaksanakan. (Bersambung)
Penulis: Sahabat Jang Itam 10-19-2025







