Rabu, 9 Agustus, 2017 3:08 pm

Ada Pemkab Raih Penghargaan Pertama Tingkat Nasional, Daerah Mana yang Dimaksud Septina?

Dra Hj Septina Primawati MM

RiauKepri.com, PEKANBARU–Pidato Ketua DPRD Riau, Dra Hj Septina Primawati MM, dalam Paripurna Istimewa sebagai rangkaian Ultah ke 60 Provinsi Riau, Rabu (9/8/2017), penuh kejutan. Dia tidak hanya merangkai kata yang indah namun sebagai wanita Melayu dia juga cukup handal menarik ”benang dalam tepung” sehingga apapun yang dikatakannya tidak memojok seseorang dan memujipun tidak berlebihan.

Terkait masalah membangun Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera, Lahir dan Bathin di Asia Tenggara Tahun 2020, sebagaimana ditetapkan dalam Visi Riau 2020 yang tinggal tiga tahun lagi, Septina mengingatkan agar sama-sama memikirkan dan mengkaji serta mengevaluasi
capaian-capaian atas visi tersebut.

Sejalan dengan itu, kata Septina, perlu pula dilakukan kajian-kajian dalam merancang visi baru yang lebih dinamis namun tidak melupakan kekayaan nilai-nilai lokalitas budaya Melayu yang agung, sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi yang berubah begitu cepat di Abad Millenial yang sedang diharungi.

”Terkait upaya Provinsi Riau untuk mewujudkan Good Governance dan Clean Government dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang berbasis e-Government, harus kita tingkatkan aspek transparansi, kontrol, dan akuntabilitas dengan berpegang teguh kepada jati diri dan nilai-nilai Budaya Melayu, maka sangat tepatlah kiranya peringatan Hari Jadi ke-60 Provinsi Riau tahun ini mengambil tema, Bersempena Hari Jadi Provinsi Riau Kita Wujudkan Provinsi Riau Berintegritas,” ungkap Septina.

Baca juga :  "Mengelitai" Joget Acara Nikahan, Ali Tewas Ditusuk Pakai Badik

Pada tema ini, ketua DPRD Riau itu menilai, ada sebuah harapan bahwa pembangunan yang berjalan saat ini menerapkan kemajuan teknologi dan meningkatkan mutu pelayanan publik, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai hakiki budaya Melayu. ”Kita patut bersyukur saat ini pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Riau, sudah ada yang menunjukkan keberhasilan secara konsisten untuk memenuhi tuntutan pembangunan. Sudah ada Pemkab yang berhasil meraih penghargaan pertama tingkat nasional dalam pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu,” ungkap Septina.

Kabupaten yang mana yang dimaksud Septina itu. Dia memang tidak menyebukannya secara jelas, namun memberi sinyal bahwa pelayanan berbasis online and tracking system yang dia masksud ini telah dijadikan KPK sebagai kantor pelayanan terpadu percontohan tingkat nasional. ”Ini tentunya menjadi kebanggaan dan motivasi untuk kita semua menunjukkan
integritas pengabdian pada rakyat,” ucap Septina.

Secara terpisah, Kadiskominfo Kabupaten Siak, Drs H Arfan Usman, menyebutkan bahwa pelayanan terpadu di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Siak, baru-baru ini mendapat penghargaan pertama di tingkat nasional. Bahkan, KPK menjadikan pelayanan di sini sebagai rujukan nasional. Tak hanya terkait masalah pelayanan, tentang pendidikan berkerakter 12 tahun di Siak juga menjadi rujukan nasional.

Baca juga :  Syabas, Siak dan Kementerian PU PR RI Teken MoU Kota Pusaka

”Tidak taulah saya daerah mana yang dimkasud ketua DPRD Riau dalam pidatonya itu, yang jelas Siak satu-satunnya daerah yang mendapat penghargaan pelayanan online and tracking system,” kata Arfan.

Dalam paripurna istimewa yang berakhir pada pukul 13.01 WIB itu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, juga menjadi agenda penting menyampaikan pidatonya. Kata dia,pada kesempatan HUT ke 60 Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen dan wujud konsistensinya menyadari ketertinggalan Riau dalam infrastruktur ketenaga listrikan serta masih rendahnya rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik dalam membangun sinergitas sektor energi dan sumber daya mineral.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman itu juga mengatakan, dalam upaya mewujudkan Riau terang 2019,akhir tahun 2016 lalu masih terdapat 256 desa yang belum dialiri listrik dari 1.800-an desa di Riau. “Insya Allah, tahun 2017 kita akan menerangi 99 desa sebelum 31 Desember 2017 nanti. Dihari peringatan hari jadi Provinsi Riau ke 60, Provinsi Riau juga akan meresmikan 17 desa yang tersebar pada 6 kabupaten se-Provinsi Riau sebagai desa yang dialiri listrik,” beber Andi. (RK1)