Selasa, 13 Februari, 2018 4:16 pm

Alamak, Oknum Pengusaha Wisma Curi Air PDAM Bengkalis

RiauKepri.com, BENGKALIS – Hampir satu tahun air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk Bengkalis dicuri, modus pencurian air tersebut melalui sambunghan pipa pelanggan yang mengalami kebocoran, air tersebut digunakan untuk membangun wisma pribadi yang terletak di Jalan Hangtuah, samping wisma daerah Bengkalis.

Pengakuan dari salah seorang yang mengaku pengawas lapangan di bangunan wisma pibadi, semula pihaknya tidak ada niat untuk mengambil air. Namun karena Ia mengaku air terus keluar di pipa eks pelanggan, Ia dan anggota lainnya langsung menyambungkan selang berukuan 3/4 ke pipa 1/2 inchi milik PDAM yang masih dialiri air.

“Sudah lebih satu tahun kita mengambil air ini Bang. Awalnya karena kita melihat air terus keluar, makanya kita langsung sambungkan selang dan dibawa ke bangunan wisma. Terlepas dari ini semua, aku tak paham Bang,” kata pengawas itu yang enggan disebutkan namanya.

Atas kejadian itu, pihak PDAM Bengkalis langsung melakukan pengecekan dilapangan. Terlihat dilapangan, Darwin Ginting, Staf Ahli Teknik PDAM Bengkalis, Plt Kabag Teknik Nasrun Ssi, Kasubag Distribusi Wiskuroni Alqosyim dan Kasubag Humas dan Baca Meter Hendri Candra.

Baca juga :  LAPAN Tetapkan Bengkalis Sebagai Salah Satu Daerah Penerima CSRST

Direktur PDAM Tirta Terubuk Bengkalis, Jufrizal SE menegaskan, Ia sangat menyayangkan dugaan pencurian air itu terjadi. Sebab, disaat PDAM Bengkalis tengah bertukus lumus dalam memompa dan memperbaiki kualitas demi melayani masyarakat untuk kebutuhan air bersih, disaat itu pula ada segelintir pihak yang dinilai kurang memiliki etika dengan melakukan dugaan pencurian air.

“Namun saya tegaskan, terlebih dahulu kita tetap akan menyelesaikan persoalan ini melalui persuasif dulu. Kalau tidak menemukan titik terang, kita akan serahkan ke pihak yang berwajib. Karena kita memandang, ini merupakan sebuah pelanggaran,” tegas Jufrizal.

Artinya lanjut Jufrizal, PDAM Bengkalis akan mengirimkan surat secara resmi terhadap pihak yang diduga melakukan pencurian air. Sambil mengumpulkan barang bukti dilapangan.

“Di Peraturan Bupati (Perbub) Bengkalis sangat jelas tertuang, sanksi bagi pihak-pihak yang sengaja melakukan penyambungan air secara ilegal. Namun demikian, dalam hal ini, kita tetap kedepankan penyelesaian secara persuasif. Kita hanya ingin pihak yang diduga mengambil air secara ilegal ini bertanggungjawab,” ujarnya.

Baca juga :  Syaukani Resmi Dilantik, Ini Kata Ketua DPRD Bengkalis

Selain itu, Jufrizal juga menegaskan kepada seluruh karyawan PDAM Bengkalis, agar senantiasa tanggap, kritis dan teliti terhadap persoalan dilapangan. Sebab, ketika sudah diikrarkan PDAM Bengkalis “Menuju Pelayanan Prima”, maka mutlak seluruh karyawan harus menjaga dengan baik keberadaan PDAM Bengkalis secara menyeluruh.

“Siapa lagi yang akan menjaga dan memajukan PDAM Bengkalis ini kalau bukan kita. Berulang kali saya sampaikan, “Menuju Pelayanan Prima” terhadap masyarakat Insya Allah akan kita wujudkan, ketika kita mampu menjaga PDAM ini dengan baik. Sebaliknya, bagaimana kita “Menuju Pelayanan Prima”, kalau kasus kehilangan air PDAM tidak bisa kita minimalisir,” ungkapnya.

Untuk itu, Jufrizal juga menghimbau dan menyampaikan permintaan maaf terhadap semua pihak tanpa terkecuali atas aturan yang ditegakkan oleh PDAM Bengkalis yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini. Ketegasan itu harus disampaikannya, karena dari awal PDAM Bengkalis telah bertekat, aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan harus ditegakkan, sehingga  mampu “Menuju Pelayanan Prima” demi kepentingan bersama. (RK4)