Jumat, 4 Agustus, 2017 6:48 pm

Amsakar Terusik Laporan Pejabat Hanya Selfi di Lokasi Banjir

Amsakar Achmad , Wakil Walikota Batam

RiauKepri.com, BATAM — Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengaku cukup terusik dengan adanya pengaduan yang menyebut pejabat cuma selfi-selfi di sebuah titik lokasi banjir kawasan Kecamatan Batu Ampar. Saat itu juga Amsakar mengecek kebenaran kabar tersebut.

“Terus terang saya cukup terusik dengan pengaduan adanya pejabat yang cuma selfi-selfi di lokasi banjir. Saya tegaskan, kami cukup serius untuk mengatasi banjir di Batam ini,” kata Amsakar, menanggapi pengaduan soal selfi di lokasi banjir, tepatnya Teluk Tering, Batu Ampar.

Pengaduan itu disampaikan seorang Ketua RT di Teluk Tering, Batu Ampar, dalam kesempatan reses anggota DPR RI Drs H Nyat Kadir, Kamis (03/08/2017), di Tanjung Sengkuang. Amsakar Achmad hadir untuk mendampingi legislator Partai NasDem dari Dapil Kepri itu.

Baca juga :  Anak TK Permata Selatpanjang "Menjadi" Petugas Pemadam Kebakaran

Dikatakan, setelah pejabat datang meninjau lokasi banjir tersebut, tak dirasakan ada tindak lanjutnya, misalnya memberdayakan pemanfaatan sekitar 300 meter alur untuk mengalirkan air. Sampai saat ini banjir selalu mengancam warga. “Bila cuaca agak mendung, maka kami selalu khawatir akan banjir. Sebentar saja hujan, tempat kami pasti banjir,” ujarnya.

Amsakar langsung menanyakan persoalan itu kepada Camat Batu Ampar, Tukijan, yang juga ikut mendampingi Nyat Kadir reses. Tak puas dengan itu, Amsakar menghubungi Kepala Dinas PU Batam, Yumasnur, melalui sambungan telepon untuk minta penjelasan secara langsung terhadap persoalan terkait.

Jika yang dimaksud selfi-selfi di lokasi banjir adalah pejabat di lingkungan Pemko Batam, menurut Amsakar, pengaduan atau laporan tersebut terlalu berlebihan. Yang jelas, terkait dengan penanganan banjir di Teluk Tering, Batu Ampar, ini ada proyek pengerjaan tembok pembatas bersumber dari APBD Provinsi Kepri.

Baca juga :  Di Sumatra Hanya Siak Dapat Penghargaan di Bidang Kesehatan

Amsakar menjelaskan, Pemko Batam takkan memberi celah bermain-main untuk menangani banjir di Batam. Puluhan kilometer perbaikan alur air sudah dan akan terus dikerjakan, yang menyebar pada lebih 60 titik banjir. Maka, sebelum berakhir periode kepemimpinan Ramah (Rudi – Amsakar), Batam sudah terbebas dari Banjir.

Bukan itu saja. Walikota Batam H Muhammad Rudi, menempatkan dua pimpinan OPD sebagai penanggungjawab kecamatan yang memiliki titik banjir. Ini ditambah lagi terhadap kebijakan anggaran PIK (Percepatan Infrastruktur Kelurahan) ke depan yang hanya diperbolehkan untuk jalan dan drainase. (RK-4)