Selasa, 13 Februari, 2018 7:28 pm

Anak di Bawah Umur Didor Oknum Polisi Meranti, “Ngape Nghentam”

RiauKepri.com, MERANTI- Saf (14 tahun), Selasa (13/02/28) terpaksa dilarikan ke Pekanbaru untuk mendapat perawatan intensif. Ngape nghentam alias apa sebabnya? Pasalnya, bahu korban kena tembak oknum polisi di di Mapolsek Rangsang Barat.

Saf dirujuk ke Pekanbaru menggunakan speedboat milik Pemkab Meranti. “Apakah karena tembakan senjata api atau dipukul oknum polisi, saya tidak mengetahui secara pasti. Yang jelas korban dibawa ke Pekanbaru,” Ketua Kepala Desa se-Kabupaten Kepulauan Meranti,
Edi Murkan.

Edi menyebutkan, warganya itu
dikenal memiliki perilaku yang tidak digemari masyarakat. Atas kegelisahan itu, pihak kepolisian memfasilitasi Saf dengan menempatkannya di Polsek Rangsang Barat.

Baca juga :  Demi HPN di Padang, Bupati Wardan Rela Tempuh Selama 14 Jam

“Karena di bawah umur, pihak kepolisian tidak bisa mengambil tindakan. Namun, kalau korban ditembak saya tidak tau,” ujar Edi.

Secara terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode membenarkan, adanya peristiwa tembakan tersebut.

La Ode menjelaskan, sebelumnya anak itu melakukan pencurian dan dilaporkan warga, karena dibawah umur anak itu dibina di Polsek Rangsang Barat.

“Di polsek dia melakukan pencurian handphone milik anggota kepolisian ketika dicas. Ketahuan dan sempat tarik-menarik lalu diambil tindakan dengan Softgun hingga mengena bagian bahu,” ungkap La Ode.

Baca juga :  Laknat, Pernikahan Sedarah di Karimun Melahirkan Dua Anak

“Saat ini kita utamakan pertolongan medis untuk perawatan anak tersebut di RSUD terdekat atau dirujuk ke RSUD Pekanbaru. Oknum yang menembak saat ini masih dalam penyelidikan,” kata La Ode. (RK1/slppos).