Senin, 31 Juli, 2017 9:46 am

APLD Kota Dumai Beraksi, Ini Tiga Permintaan Terhadap PT Naga Mas

Asksi demo aliansi peduli lingkungan Dumai.

RiauKepricom, DUMAI–Sedikit 60 orang warga Dumai yang tergabung dalam Aliansi Peduli Lingkungan Dumai (APLD), menggelar aksi demo, Senin (31/7/2017), sekira pukul 10.00 WIB, di Pintu I Gate, PT Pelindo Dumai, Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur. Demo ini terkait tumpahan minyak milik PT Naga Mas yang terjadi pada Jumat (28/72017).

Dalam aksinya itu, APLD menyuarakan aspirasi dengan tiga tuntan. Yakni, pemerintah dan instansi terkait diminta untuk meninjau ulang amdal PT Naga Mas, tutup dan cabut izin operasional PT Naga Mas, dan PT Naga Mas wajib bertanggung jawab atas hal-hal yang telah ditimbulkan.

Setelah dilakukan penggalangan terhadap massa oleh Kasat Sabhara Polres Dumai, AKP Maryanta, para pedemo bersedia untuk dimediasi. Dalam mediasi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, Zainal Abidin, Waka Polres Dumai, Kompol Dhana Ananda Syahputra SH SIK MSi, Kasat Intelkam Polres Dumai, AKP Dedi Susanto, Kapolsek KSKP AKP H Sitanggang, Kasie Intel Kejaksaan Negri Dumai, Almond, Kadis Lingkungan Hidup Dumai, Satrio Wibowo, GM PT Naga Mas, David Siburian, Manager Bulking PT Naga Mas, Sarjali, Manager Perkapalan PT. Pelindo, Sam Arifin, Perwakilan KSOP Nazarwin.

Pada saat mediasi massa menanyakan kadar limbah terkait tumpahan minyak PT Naga Mas pada hari Jumat tanggal 28 Juli 2017 yang lalu? Menanggapi pertanyaan ini, GM PT Naga Mas, David Siburian, hanya bisa menjawab memohon maaf atas tumpahan minyak akibat over blow yang merupakan human error yang terjadi pada saat operasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dumai, Satrio Wibowo, menanggapi aspirasi massa aksi menerangkan, pihaknya berterima kasih kepada massa aksi yang cukup antusias dalam mengawal kejadian PT Naga Mas. Disebutkan, di Kota Dumai selain PT Naga Mas, juga pernah terjadi hal serupa oleh perusahaan lainnya dan Dinas LH saat itu mengeluarkan
sanksi administrasi kepada perusahaan terkait.

Baca juga :  Kemas Sungai Siak Membelah Kota, Mendukung Siak Smart City

”Seluruh jawaban tersebut bersifat fiktif, masyarakat Kota Dumai tidak mengetahui hal tersebut, dan kami meminta agar semua tuntutan dikabulkan dan itu tidak bisa ditawar lagi,” kata salah seorang koordinator aksi, Rahmad, bernada agak tinggi.

Sedangkan PT Pelindo Dumai, Sam Arifin, bahwa pihaknya kedepan akan menerapkan SOP dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan yang beroperasional di wilayah PT Pelindo. Sementara perwakilan KSOP Kota Dumai, Nazarwin, tak banyak bisa bicara lantaran Kepala KSOP Dumai sedang berada di Jakarta untuk mengikuti prosesi pisah sambut Ka KSOP Kota Dumai. Yang jelas, sebagai perwakilan KSOP Dumai Nazarwin bersedia menandatangi surat pernyataan yang dibuat pedemodan menyampaikan apa yang terjadi hari ini kepada Ka KSOP Kota Dumai,

Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, Zainal Abidin, dalam pertemuan itu menekankan kepada PT. Pelindo Dumai selaku penanggung jawab area industri agar menegakkan seluruh proses hukum yang berlaku sesuai undang-undang dalam operasional perusahaan yang berada di areal PT Naga Mas, disamping itu Zainal juga meminta kepada pihak Polres Dumai dan Kajari Dumai untuk memulai proses penyelidikan dan penyidikan pada kasus tumpahnya minyak
milik PT Naga Mas.

Menyikapi hal itu, Kasi Intel Kajari Dumai, Almon, menyatakan siap memproses hukum terhadap PT Naga Mas apabila terbukti adanya tindak pidana yang terjadi. Begitu juga Waka Polres Dumai, dan meminta agar semua unsur terkait dan massa aksi tetap mengawal proses yang berlangsung, apabila terbukti PT Pelindo I Dumai memutuskan kontrak kerja di PT Naga Mas.

Baca juga :  Janji Manis Pemilik Travel Pentha Wisata Berbuah Pahit

Deputi GM PT Pelindo I, Jonathan Ginting, menerangkan bahwa pihaknya hanya berwenang terhadap areal dan untuk safety serta keselamatan kerja, merupakan tanggungjawab perusahan yang mengontrak areal PT Pelindo I Dumai dalam hal ini PT Naga Mas. ”Kalau begitu, kita minta mPT Pelindo I Dumai dan perusahaan lainnya yang beroperasi di wilayah PT. Pelindo I Dumai untuk meninjau kembali kerja samanya,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Dumai. Selanjutnya massa aksi meminta kepada seluruh instansi terkait dan PT Naga Mas untuk membubuhkan tanda tangan d iatas Nota Kesepakatan. Adapun isi Nota Kesepakatan tersebut adalah;

Tujuan:
1. Eksekutif (Walikota Dumai, Dinas LH, BPMTSP) dan Sat Pol PP (sebagai penegak Perda), legislatif, dan Yudikatif (Polres Dumai) wajib bertanggung jawab tentang pelanggaran oleh PT Naga Mas.
2. Eksekutif (Walikota Dumai, Dinas LH, BPMTSP) dan Sat Pol PP (sebagai penegak Perda), legislatif; wajib tegas memberikan sanksi sanksi yang berlaku berdasarkan perundang undangan yang dilanggar oleh pihak perusahaan.
3. Pemerintah wajib perketat pengawasan terhadap perusahaan.
4. KSOP wajib tinjau ulang SOP perusahaan.

Merekomundasi:

1. Pemerintah beserta instansi terkait kami APLD meminta tinjau ulang amdal PT. Naga Mas
2. Tutup dan cabut izin PT Naga Mas (jika ada putusan yang inkrah dari PT Naga Mas).
3. PT. Naga Mas wajib bertanggung jawab.
4. Meminta kepada PT Pelindo I Dumai untuk memutuskan kontrak sewa lokasi jika terbukti melakukan kesalahan didalam lokasi PT. Pelindo I Dumai.(RK1*)